Teraskata.com

Informasi Seputar Kalimantan Timur

Sitti Yara Serap Aspirasi Disabilitas di Bontang, Soroti Akses Terapi hingga Bantuan Sosial

Biro Bontang
Sitti Yara Serap Aspirasi Disabilitas di Bontang, Soroti Terapi dan Bantuan Sosial

TERASKATA.COM, BONTANG – Wakil Ketua DPRD Bontang Fraksi PKB, Sitti Yara, menggelar reses masa sidang II tahun 2026 yang dihadiri masyarakat penyandang disabilitas beserta orang tua mereka. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Akbar, Jalan Imam Bonjol No. 65, Gunung Sari, Rabu (29/4/2026).

Dalam reses tersebut, Sitti Yara menyoroti serius berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, khususnya terkait layanan bagi penyandang disabilitas.

Sejumlah keluhan muncul, mulai dari keterbatasan akses terapi hingga belum meratanya bantuan sosial dari pemerintah.

Menurut Sitti Yara, kebutuhan paling utama yang disampaikan orang tua adalah akses terapi yang berkelanjutan bagi anak disabilitas.

Ia menegaskan bahwa terapi memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Anak-anak ini sebenarnya punya potensi besar. Kalau didukung terapi dan fasilitas memadai, mereka bisa berkembang bahkan berprestasi,” ujarnya.

Soroti Optimalisasi Autism Center

Ia juga menyoroti keberadaan fasilitas seperti Autism Center di Bontang yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Sitti Yara mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam sosialisasi dan pemanfaatan fasilitas tersebut sebagai pusat terapi dan pembinaan anak disabilitas.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti kebijakan BPJS yang membatasi layanan terapi bagi anak disabilitas hingga usia tertentu.

Menurutnya, pembatasan tersebut menjadi kendala serius bagi orang tua.

“Anak disabilitas butuh terapi berkelanjutan sampai mandiri, bukan dibatasi usia,” tegasnya.

Permasalahan lain yang muncul adalah belum meratanya bantuan sosial sebesar Rp300 ribu bagi penyandang disabilitas.

Banyak orang tua mengaku belum memahami mekanisme dan syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Transparansi pendataan di Dinas Sosial sangat penting agar bantuan tepat sasaran,” tambahnya.

Sitti Yara memastikan seluruh aspirasi tersebut akan dibawa ke pembahasan internal DPRD Bontang dan dikoordinasikan dengan dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.

“Ini menyangkut masa depan anak-anak kita, harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

FORKESI Minta Fisioterapi Tanpa Batas Usia

Sementara itu, Ketua Forum Keluarga Spesial Indonesia (FORKESI), Wiwin, menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah akses fisioterapi tanpa batasan usia.

Ia menyebut kebijakan BPJS yang membatasi terapi hingga usia 7 tahun tidak relevan, karena banyak anak baru terdiagnosis di usia yang lebih besar.

FORKESI juga meminta adanya jalur khusus beasiswa bagi anak disabilitas tanpa harus bersaing dengan siswa umum.

“Anak-anak kami punya keterbatasan, jadi perlu jalur khusus agar tetap mendapat kesempatan pendidikan,” jelasnya.

Melalui reses ini, diharapkan pemerintah Kota Bontang dapat menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif, mulai dari layanan terapi, bantuan sosial, hingga pendidikan bagi penyandang disabilitas. (Advertorial)