Punya Modal 4 Kursi di DPRD Bontang, PKB Optimis Pertahankan Kursi Pimpinan di Pemilu 2029
TERASKATA.COM, BONTANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bontang optimis bisa mempertahankan kursi Pimpinan DPRD di Kota Bontang yang saat ini diduduki kadernya pada Pemilu 2029.
Target Partai yang dipimpin Firman sebagai Ketua DPC Bontang ini tak main-main. Enam kursi diincar untuk memastikan kursi pimpinan di parleman tetap dalam genggman.
Target itu cukup rasional, mengingat saat ini PKB sudah memiliki modal empat kursi di DPRD Bontang. Hanya butuh tambahan dua kursi lagi untuk mencapai target tersebut.
Empat kursi milik PKB saat ini masing-masing diduduki Sitti Yara yang juga Wakil Ketua DPRD Bontang. Junaidi, Bonie Sukardi dan Yusuf masing-masing sebagai angggota DPRD.
Trend Positif PKB Bontang dalam 3 Pemilu Terakhir
Bagi PKB target mendongkrak perolehan kursi dari empat menjadi enam bukan hal baru. Trend peningkatan perolehan suara dan jumlah kursi sangat positif. Setidaknya dalam 3 pemilu terakhir yang dilakoni. Bahkan, partai ini punya pengalaman menaikkan jumlah kursi di parlemen secara signifikan. Dari nol kursi menjadi tiga pada pemilu 2019.
Pada Pemilu 2009, PKB mengirimkan satu kadernya ke parlemen, yakni Subudi yang terpilih lewat Daerah pemilihan Bontang 3. Sayangnya di Pemilu 2014 PKB terpental dari Parlemen. Gagal mengirimkan satu wakilnnya ke Gedung Wakil Rakyat Bontang.
Kegagalan di Pemilu 2014 menjadi pelajaran berharga bagi PKB Bontang saat itu. Partai besutan Muhaimin Iskandar ini pun melakukan evaluasi besar-besaran. Hingga akhirnya, pada pemilu 2019 perolehan suara PKB melejit dan berhasil membentuk satu fraksi utuh di DPRD. Bukan hanya itu, dengan jumlah 3 kursi PKB berhak mengisi kursi pimpinan DPRD sebagai wakil ketua I pada periode 2019-2024.
Pada Pemilu 2024 Partai ini kembali berhasil mempertahankan posisi sebagai runner up dengan perolehan empat kursi. Posisi wakil Ketua I DPRD Bontang tetap digenggaman.
Hubungan Emosional PKB dan NU Jadi Kekuatan
Setelah melalui proses panjang dengan trend yang positif, PKB Bontang yakin bisa hattrick sebagai pimpinan DPRD Bontang pada Pemilu 2029. Dukungan Nahldatul Ulama (NU) terhadap PKB pada kontestasi elektoral menjadi bagian penting dalam perjuangan partai yang lahir dari rahim NU ini.
Ketua DPC PKB Kota Bontang, Firman menegaskan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan NU sebagai bagian dari akar historis dan emosional partainya. Penguatan hubungan tersebut diyakini menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kontestasi politik ke depan.
Bagi Firman, kedekatan antara PKB dan NU bukan sekadar hubungan organisasi, melainkan ikatan emosional yang telah terbangun sejak awal berdirinya partai.
”PKB tidak terlepas dari hubungan emosional dengan NU. Kita ini lahir dari NU, bahkan bisa diibaratkan NU adalah orang tua kami,” ujar Firman.
Ia menegaskan, PKB akan terus menjaga dan mengembalikan nilai-nilai perjuangan yang berakar dari NU, termasuk menjalin komunikasi yang intens dengan para ulama dan tokoh agama.
Hubungan yang semakin erat dengan NU, majelis taklim, serta tokoh-tokoh agama di Kota Bontang menurut Firman menjadi modal sosial yang penting bagi PKB dalam membangun kekuatan politik yang berbasis keumatan.
“Alhamdulillah, hubungan kami dengan NU dan para ulama semakin erat. Ini juga mencakup komunikasi dengan berbagai majelis dan tokoh agama, yang terus kami perkuat,” jelasnya.
Ia berharap, sinergi yang telah terbangun tersebut dapat membawa dampak positif bagi PKB, khususnya dalam peningkatan perolehan kursi di legislatif.
“Dengan hubungan baik yang sudah terjalin ini, serta doa-doa dari para ulama, kami berharap PKB ke depan bisa mendapatkan enam kursi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan moral dan spiritual dari para ulama menjadi faktor penting dalam perjuangan politik PKB.
“Doa dari para ulama tentu menjadi kekuatan bagi kami. Semoga apa yang kami harapkan bisa terwujud,” pungkasnya. (yudi)





