Operasional 9 SPPG di Bontang Dihentikan Sementara, Agus Haris Soroti Pengawasan IPAL
TERASKATA.COM, BONTANG – Penghentian sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bontang menuai perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menilai langkah tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak awal melalui pengawasan yang lebih ketat, khususnya dalam pemenuhan persyaratan teknis.
Menurutnya, salah satu aspek krusial yang harus dipastikan sebelum operasional adalah kesiapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar yang berlaku.
“Sejak awal mestinya sudah diperketat. Kalau memang IPAL-nya belum sesuai standar, jangan diberikan izin beroperasi,” ujarnya, Rabu (08/04/2026).
Ia menyayangkan kondisi yang terjadi saat ini, di mana sejumlah SPPG telah lebih dulu berjalan, mulai dari merekrut karyawan, menjalin kemitraan, hingga memberikan layanan kepada masyarakat, namun akhirnya harus dihentikan sementara.
“Kasihan buat yang sudah jalan, menerima karyawan, punya mitra, tiba-tiba harus berhenti,” tegasnya.
Meski demikian, Agus Haris menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menyalahkan pihak tertentu. Ia memandang peristiwa ini sebagai pelajaran penting agar ke depan proses peresmian dan operasional fasilitas serupa dilakukan dengan perencanaan yang matang serta pengawasan maksimal.
Lebih lanjut, ia meminta adanya koordinasi lanjutan untuk mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan bagi sembilan SPPG tersebut agar dapat segera kembali beroperasi.
“Kami minta segera diurus apa saja syarat yang harus dipenuhi. Kalau bisa dipercepat, lakukan saja agar bisa kembali normal semuanya yang terkendala,” pungkasnya. (Advertorial)




