TMMD ke-128 Resmi Dimulai di Bontang, Fokus Infrastruktur dan Kesejahteraan Warga
TERASKATA.COM, BONTANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai. Pembukaan ditandai dengan upacara yang digelar pada Rabu pagi (22/4/2026) di Jalan Dwi Sartika, RT 17, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.
Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang bertindak sebagai inspektur sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk kolaborasi konkret antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan.
“Kebersamaan menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan pembangunan berjalan merata dan berkeadilan. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan berbasis kelurahan dengan semangat gotong royong.
Pada pelaksanaannya, TMMD ke-128 menargetkan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, baik fisik maupun nonfisik. Untuk kegiatan fisik, di antaranya pembangunan badan jalan sepanjang 292 meter dengan lebar empat meter, penimbunan tanah uruk sepanjang 453 meter, serta semenisasi jalan dengan panjang yang sama.
Selain itu, program ini juga mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak empat unit di Kelurahan Lok Tuan dan Guntung, serta pengecatan Masjid Al Ansor di Kampung Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari.
Wali Kota yang akrab disapa Bunda Neni turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas TMMD dan masyarakat yang terlibat dalam program tersebut.
“Saya mengucapkan selamat bertugas. Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal sekaligus mempererat kebersamaan hingga akhir pelaksanaan,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0908 Bontang, Ardiansyah, mengungkapkan adanya program tambahan berupa pembangunan lima titik sumur bor dan lima unit fasilitas MCK umum.
Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari kalender. Meski dihadapkan pada tantangan banjir rob, pihaknya tetap optimistis pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan menyesuaikan pola kerja di lapangan.
“Kami tetap optimis, penyesuaian waktu kerja akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya. (Advertorial)





