BONTANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bontang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Sekertariat PDI Perjuangan Bontang, Selasa (3/3/2026).
Agenda Musancab ini dilaksanakan sebagai wujud me-restrukturisasi kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh kecamatan di Kota Taman.
Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Bontang, Joni Alla’ Padang, Musancab ini merupakan momentum menyusun dan mengkonsolidasikan kekuatan internal partai.
Baginya, hal ini bukan hanya bentuk perhatian secara struktural. Tetapi juga menjadi bentuk penegasan, bahwa PDI Perjuangan berjalan dalam satu garis komando, satu ideologi dan satu tujuan perjuangan.
“Forum ini kita maknai sebagai momentum merapatkan barisan. Tidak ada ruang bagi kader untuk bersantai, atau setengah hati. Tidak ada ruang bagi kepentingan peribadi di atas kepentingan partai,” tegasnya.
Kepada peserta Musancab, Joni menekankan PDI Perjuangan adalah partai ideologis, dan ideologi hanya bisa dijalankan oleh kader yang displin, loyal dan siap bekerja untuk rakyat.
“Jangan solid pada orangnya, tapi solidlah kepada partai. Jadi ketika ada pergantian, maka jiwa soliditas itu tidak akan berubah bahkan pudar,” pesannya.
Anggota DPRD Bontang itu pun berharap Musancab kali ini dapat menghasilkan keputusan yang memperkuat organisasi, mempertegas arah perjuangan dan menambah daya juang partai melalui semangat gotong royong, dalam satu komando perjuangan.
Joni juga mengaku bangga, pembukaan Musancab kali ini turut dihadiri langsung oleh Sekertaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis beserta jajaran fungsionaris. Kehadiran Pengurus DPD PDIP Kaltim menurutnya menjadi energi tambahan bagi jajaran DPC PDIP Bontang untuk memaksimalkan kerja-kerja orgaanisasi.
Sementara, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD PDI Perjuangan Kaltim, Marten Apuy dalam arahannya menegaskan, agenda Musancab ini menjadi ajang konsolidasi, menyusun langkah untuk target memenangkan pemilu 2029.
“Kita harus menang di tahun 2029 yang akan datang. Sanggup?,” tanyanya, memberi semangat.
Kata Marten Apuy, Bontang adalah kota industri dan energi dengan dinamika sosial ekonomi dan politik yang khas dibandingkan dengan daerah yang lain.
Ia mengingatkan, tantangan kader tidak ringan. Kader tidak boleh hadir hanya saat mejelang pemilu. Tetapi harus hadir setiap hari di tengah masyarakat. Dengan menjadi solusi, penggerak, juga menjadi pelayan di masyarakat.
Marten pun menyampaikan harapannya agar Musancab ini dapat melahirkan pemimpin yang solid dalam ideologi, tegas dalam sikap, dekat dengan rakyat, mampu bekerja secara kolektif dan gotong royong.
“Kita tidak sekadar butuh pemimpin yang bisa memimpin rapat. Tapi mampu memimpin gerakan politik yang tidak sekadar hadir secara struktural tapi juga harus hadir secara moral di tengah-tengah sosial masyarakat,” tegsnya saat secara resmi membuka Musancab tiga kecamatan di Kota Bontang. (yudi)













