Rotasi 145 Pejabat, Pemkot Bontang Segarkan Birokrasi hingga Level Kelurahan
TERASKATA.COM, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali melakukan rotasi jabatan besar-besaran di lingkungan birokrasi, mulai dari tingkat kelurahan hingga pejabat struktural. Mutasi yang digelar di Auditorium 3D, Jalan Awang Long, Selasa (21/4/2026), ini mencakup total 145 pejabat.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam mutasi tersebut, sebanyak 10 lurah mengalami pergantian jabatan, dengan komposisi yang didominasi pejabat perempuan. Sejumlah nama baru pun mengisi posisi strategis di berbagai kelurahan.
Andriani Kasim kini menjabat sebagai Lurah Tanjung Laut. Sementara itu, Elis Biantoro dipercaya memimpin Kelurahan Tanjung Laut Indah, menggantikan Ardiansyah yang kini bertugas sebagai Lurah Bontang Kuala.
Perubahan juga terjadi di Kelurahan Bontang Baru, di mana Nur Huda menggantikan Bagus Susanto yang mendapat tugas baru di Kecamatan Bontang Utara. Di Kelurahan Api-Api, Fahrizal menggantikan Hadha Sulistiyono yang kini beralih ke Satpol PP.
Selain itu, Hermin Della ditunjuk sebagai Lurah Kanaan menggantikan Salmon Kanaan Payung Allo. Jabatan Lurah Gunung Telihan kini diemban Meti Tandi, sementara Andriyana dipercaya memimpin Kelurahan Belimbing.
Di Kelurahan Loktuan, posisi lurah kini dijabat Sunyk Widiarih menggantikan Supriadi. Sementara itu, Hasmawi resmi mengisi jabatan Lurah Berebas Tengah yang sebelumnya kosong.
Tak hanya di tingkat kelurahan, rotasi juga menyentuh jabatan camat. Mustamin dilantik sebagai Camat Bontang Barat menggantikan Ida Idris, sedangkan Ahmad Efa Yuliansyah ditetapkan sebagai Camat Bontang Selatan definitif.
Secara keseluruhan, mutasi kali ini mencakup 9 pejabat fungsional, 52 pejabat administrator (eselon III), dan 84 pejabat pengawas (eselon IV). Jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 3.500 ASN di lingkungan Pemkot Bontang.
Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dalam birokrasi, sekaligus langkah strategis untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi.
“Mutasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi dan upaya meningkatkan kinerja ASN agar lebih optimal dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga secara moral.
Melalui rotasi ini, Pemerintah Kota Bontang berharap roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. (advertorial)





