TERASKATA.Com, Kutai Timur – Pasar Ramadan yang digelar di depan Kantor Camat Sangatta Utara kembali menuai sorotan. Sejumlah warga mempertanyakan pemilihan lokasi karena dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan.
Namun, Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi memastikan kegiatan tetap berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Pelaksanaannya mulai 1 Ramadan sampai akhir Ramadan, kurang lebih 30 hari,” ujar Hasdiah kepada teraskata.com saat diwawancarai, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut bersifat sementara dan hanya berlangsung pada pukul 15.00 hingga 19.00 Wita. Ia menegaskan, Pasar Ramadan bukan aktivitas harian, melainkan event musiman untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
“Ini bukan setiap hari. Hanya momen tertentu. Kalau hari biasa tentu tidak diperbolehkan ada yang berjualan di atas trotoar maupun parit,” tegasnya.
Akui Potensi Macet, Klaim Sudah Diantisipasi
Hasdiah tidak menampik adanya potensi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi. Namun, ia menyebut kondisi tersebut masih bisa dikendalikan karena ada pengaturan lintas sektor.
Kecamatan bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai leading sector di lapangan, serta melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Satlantas untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.
“Setiap kegiatan pasti ada kemacetan. Di mana-mana begitu. Tapi di sini ada pengaturan dan tidak berlangsung seharian,” katanya.
Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah titik lain di Sangatta yang disebutnya lebih kerap mengalami kemacetan yang menurutnya terjadi hampir setiap tahun.
Pernah Dipindah, Pengunjung Justru Sepi
Menjawab kritik soal lokasi, Hasdiah mengungkapkan pihaknya pernah mencoba memindahkan kegiatan ke lokasi lain. Namun, respons masyarakat dinilai tidak optimal.
“Dulu pernah kami laksanakan di lokasi lain, tapi pengunjung malah mencari yang di pinggir jalan,” sebutnya.
Karena itu, menurut dia, lokasi di depan kantor camat dipilih kembali agar akses masyarakat lebih mudah sekaligus mendukung perputaran ekonomi pelaku UMKM selama Ramadan.
Hasdiah menilai pro dan kontra sebagai hal wajar dalam setiap kebijakan publik. Meski demikian, ia memastikan pengawasan tetap dilakukan agar aktivitas Pasar Ramadan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Ini hanya event Ramadan. Setelah itu tidak ada lagi,” pungkasnya. (Ronny)


