TERASKATA.COM, BONTANG – Persatuan Guru Republik Indonesia Kota Bontang menggelar
acara Halal Bihalal di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (15/4/2026) pagi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, hadir membersamai ratusan anggota PGRI Kota Bontang pada acara ini.
Tampak juga hadir perwakilan Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Kasiyem, serta jajaran Dewan Pembina PGRI menambah suasana kompak. Mereka mengenakan batik PGRI, menambah semarak acara yang sarat makna silaturahmi tersebut.
PGRI Tekankan Kebersamaan dan Peran Guru
Ketua PGRI Kota Bontang, Saparuddin, dalam laporannya menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam organisasi.
Ia menyebut, peran guru sangat vital dalam mendorong kemajuan bangsa melalui peningkatan mutu pendidikan.
“Kebersamaan dan kegotongroyongan harus tetap terpelihara dalam kehidupan organisasi PGRI. Pendidikan dan guru merupakan komponen yang sangat penting dalam mewujudkan kemajuan sebuah bangsa,” ujarnya.
Saparuddin juga mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjadi guru yang profesional, kreatif, dan inovatif.
“Guru harus menjadi teladan dan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan agar melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter,” tambahnya.
Wali Kota Tekankan Komitmen Pendidikan
Sementara itu, Wali Kota Neni Moerniaeni dalam sambutannya menyampaikan ucapan Idulfitri sekaligus mengajak seluruh insan pendidikan memperkuat komitmen bersama.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bontang, saya mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini mempererat silaturahmi dan komitmen kita dalam memajukan pendidikan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa PGRI memiliki peran strategis sebagai organisasi profesi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan penggerak peradaban.
Insentif Guru Naik dan Program Pendidikan Berlanjut
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Neni mengungkapkan sejumlah program nyata yang telah dan akan terus dijalankan, salah satunya peningkatan insentif bagi guru swasta dari Rp1,1 juta menjadi Rp1,5 juta per bulan.
“Ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi para pendidik,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bontang juga melanjutkan berbagai program strategis, seperti penyediaan perlengkapan sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, hingga dukungan beasiswa termasuk bantuan UKT.
Tantangan Pendidikan di Era Digital
Lebih lanjut, Neni mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks, terutama di era digital dan globalisasi.
Ia mendorong seluruh jajaran PGRI untuk terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi dalam proses pembelajaran, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda.
“Mari jadikan momentum ini sebagai ajang memperkuat kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kota Bontang,” tutupnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan insan pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul.
(Advertorial)







