Samarinda – Musyawarah Daerah (MUSDA) II Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Provinsi Kalimantan Timur menandai babak baru organisasi lari trail di Benua Etam. Dalam forum yang digelar di Gedung Serba Guna Dispora Kaltim, Sabtu (28/2/2026), Veronika resmi terpilih sebagai Ketua ALTI Kaltim periode empat tahun ke depan.
Dalam pidato perdananya, Veronika langsung mematok target strategis: membawa ALTI Kaltim bergabung secara resmi ke dalam struktur Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur.
Menurutnya, pengakuan resmi dari KONI menjadi kunci agar pembinaan atlet lebih terarah, sistematis, dan memiliki jalur prestasi yang jelas.
“ALTI Kaltim harus masuk dalam struktur resmi KONI agar pembinaan lebih kuat dan atlet memiliki kepastian jenjang kompetisi. Target kami bukan hanya tingkat nasional, tapi juga internasional,” tegasnya.
MUSDA II sendiri dibuka oleh Wakil Ketua III KONI Kaltim Tomy Ghozali yang mengapresiasi soliditas pengurus kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Ia mendorong agar pembinaan atlet trail run dilakukan secara profesional agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Selain fokus pada prestasi, Veronika juga menyoroti potensi trail run sebagai penggerak sport tourism. Dengan bentang alam perbukitan dan hutan tropis khas Kalimantan Timur, ia menilai ajang lari trail dapat menjadi daya tarik peserta dari luar daerah sekaligus mendongkrak ekonomi lokal.
Sementara itu, Ketua ALTI Kutai Timur, Abdul Kadir Jaelani yang juga memimpin jalannya sidang menegaskan bahwa MUSDA menjadi momentum konsolidasi dan evaluasi organisasi untuk memperkuat fondasi kepengurusan ke depan.
”Musda ini menjadi titik strategis untuk memperkuat fondasi organisasi agar lebih solid dan berorientasi pada prestasi,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru dan target bergabung ke KONI, ALTI Kaltim kini memasuki fase konsolidasi strategis mengarah pada pembinaan atlet yang lebih terstruktur sekaligus membuka peluang besar pengembangan sport tourism berbasis olahraga alam di Kalimantan Timur.







