TERASKATA.Com, Samarinda — Ikatan Duta Kampus Daerah Kalimantan Timur (IKADA Kaltim) memilih ruang publik sebagai titik awal gerakan pemuda. Melalui IKADA Kaltim Campus Ambassador Showcase yang digelar di Big Mall Samarinda, Rabu (1/1/2026), komunitas ini menegaskan peran duta kampus bukan sekadar simbol prestasi, melainkan agen perubahan yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan tersebut menjadi strategi IKADA Kaltim untuk mendekatkan gerakan kepemudaan dengan masyarakat luas. Di tengah lalu lalang pengunjung mal, para duta kampus dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur tampil memperkenalkan gagasan, kreativitas, dan nilai kepemimpinan sosial yang mereka usung.
Founder IKADA Kaltim, Muhamad Alfarizi Edytia, mengatakan komunitas ini lahir dari kegelisahan pemuda kampus yang selama ini bergerak sendiri-sendiri tanpa ruang kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami melihat banyak duta kampus memiliki potensi besar, tetapi belum terhubung satu sama lain. IKADA Kaltim hadir untuk menyatukan energi itu agar lebih berdampak, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat,” ujar Alfarizi.
Menurut dia, Campus Ambassador Showcase menjadi langkah awal memperkenalkan arah gerak IKADA Kaltim kepada publik. Dengan tampil di ruang terbuka, masyarakat diajak melihat langsung peran pemuda kampus dalam isu sosial dan pembangunan daerah.
“Kami ingin mengubah cara pandang. Duta kampus bukan hanya gelar atau selempang, tetapi bagian dari kekuatan sosial yang bisa mendorong perubahan,” kata Alfarizi.

Acara ini turut menghadirkan Puteri Indonesia Kalimantan Timur 2024, Kori Aprilia, sebagai figur inspiratif. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun citra positif daerah, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif, mulai dari peresmian komunitas IKADA Kaltim, pengenalan duta kampus lintas perguruan tinggi, talkshow inspiratif, fashion show, hingga pertunjukan kreatif yang menarik perhatian pengunjung mal. Konsep ini membuat acara tidak eksklusif, tetapi terbuka dan mudah diakses masyarakat.
Respons pengunjung pun beragam. Christian, salah satu pengunjung Big Mall Samarinda, mengaku awalnya tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.
“Saya awalnya hanya lewat, tapi kemudian berhenti karena acaranya menarik. Duta kampusnya tampil percaya diri dan membawa pesan positif. Kegiatan seperti ini bagus untuk anak muda,” ujarnya.
Selain menampilkan kreativitas, IKADA Kaltim juga menyisipkan agenda sosial. Panitia menyediakan layanan cek kesehatan gratis dan membuka penggalangan donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Kalimantan Selatan. Inisiatif ini menjadi penegasan bahwa aktivitas kepemudaan tidak terlepas dari kepedulian sosial.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Hetifah, serta sejumlah sponsor dan media partner. Dukungan lintas sektor ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan pemuda berbasis kolaborasi.
Melalui Campus Ambassador Showcase, IKADA Kaltim menempatkan dirinya sebagai ruang temu duta kampus yang tidak hanya menonjolkan kreativitas, tetapi juga mendorong kolaborasi dan aksi nyata. Dari ruang publik, komunitas ini ingin memastikan peran pemuda kampus hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur. (Ronny/teraskata)


