Kutai Timur — Pemerintah Kecamatan Karangan tengah menyiapkan Kegiatan trail run sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada publik lebih luas.
Acara olahraga lintas alam ini direncanakan digelar setelah Idul Fitri 2026 dan akan melibatkan dunia usaha serta komunitas olahraga, kata Camat Karangan, Muhammad Reza Fahlevi dalam wawancara eksklusif dengan teraskata.com, Senin (2/3/2026).
Rencana tersebut dilatarbelakangi amanat Bupati Kutai Timur yang meminta pengembangan pariwisata tidak hanya mengandalkan alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga sinergi dengan perusahaan dan pelaku usaha lainnya.
“Jangan melulu berharap dengan anggaran APBD, tapi bagaimana caranya bisa bersinergi dengan perusahaan,” kata Reza.
Ia menyebutkan Karangan memiliki banyak potensi wisata alam yang selama ini belum tergarap secara maksimal, seperti air terjun, pemandian air panas, gua karst, dan kawasan hutan yang menarik untuk kegiatan luar ruang. Potensi ini menjadi salah satu alasan dipilihnya format trail run untuk memperkenalkan sisi lain pariwisata Karangan kepada pelari dan pecinta alam dari luar daerah.
Dari riset kami, salah satu potensi wisata yang sering disebut di wilayah Karangan adalah Air Terjun Kembar Siapat, yang berada di kawasan karst dengan dua tingkat air terjun yang memikat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang gemar destinasi alam.
Kawasan karst ini juga dikenal memiliki Goa Mengkuris dengan jejak cap tangan manusia purba serta Gunung Beriun yang menjulang hingga 1.261 meter di atas permukaan laut, yang semakin memperkaya daya tarik alam daerah ini.
Kolaborasi dengan Perusahaan
Reza menegaskan pelaksanaan trail run akan didukung oleh perusahaan yang berkantor di wilayah Kutai Timur, baik lewat corporate social responsibility (CSR) maupun dalam bentuk kemitraan lainnya. Langkah ini dilakukan agar wacana tersebut dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.
“Untuk terkait pembiayaan saya melibatkan semua perusahaan untuk bermitra terkait kegiatan tersebut,” katanya.
Strategi Pemasaran dan Dampak Ekonomi
Even trail run diproyeksikan bukan hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga sebagai platform promosi destinasi wisata Karangan. Rute lari yang menyusuri kawasan alam diharapkan memperlihatkan keindahan lanskap alam daerah dari perspektif yang berbeda, sekaligus menarik atensi peserta dan penonton dari berbagai daerah.
Para pelaku usaha lokal diharapkan bisa mendapatkan imbas positif melalui peningkatan permintaan sektor penginapan, kuliner, dan jasa transportasi saat acara itu berlangsung.
Menurut dia, pendekatan pemanfaatan potensi alam lewat kegiatan olahraga merupakan bagian dari strategi pembangunan yang mengutamakan potensi lokal. Ini sekaligus menjadi respons terhadap fokus pembangunan daerah yang selama ini dibahas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), terutama usulan pengembangan infrastruktur dan fasilitas publik yang menjadi prioritas masyarakat.
Kegiatan trail run yang direncanakan setelah Lebaran ini diharapkan bisa menjadi titik awal pengembangan pariwisata Karangan ke arah yang lebih luas dan berkelanjutan, serta menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah desa atau kecamatan dengan dunia usaha dalam pengembangan destinasi unggulan daerah. (Ronny)








