DPRD Bontang Temukan 41 Orang TKA Cina Bekerja di Pabrik Soda Ash
TERASKATA.Com, Bontang – Pembangunan pabrik Soda Ash di Kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE) Bontang tengah berlangsung. Proyek ini jadi angin segar bagi warga Kota Bontang, khususnya terkait dengan lapangan kerja.
Sayangnya, tenaga kerja pada proyek ini tidak hanya melibatkan tenaga kerja lokal. Ada 41 orang yang dipekerjakan merupakan Tenaga Kerja Asing asal Cina. Hal itu diketahui saat Komisi A DPRD Kota Bontang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi Proyek,
Selasa (25/11/2025).
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengungkapkan, sidak dilakukan setelah menerima aduan dari masyarakat. Aduan itu berisi TKA buruh kasar asal Cina bekerja di proyek Pabrik Soda Ash.
“Makanya kami sidak dilapangan untuk mengetahui betul apa tidak. Namun saat sidak dilokasi tidak ada ditemukan pekerja buru kasar asal Cina,” jelas Heri Keswanto dihubungi media ini.
Menurut Heri, pihaknya menemukan 41 TKA Cina itu bukan pekerja kasar. Melainkan pekerja skill.
“41 orang TKA Cina ini bekerja dibagian kantor, operator dan pengawas lapangan,” terang Heri Keswanto.
Ia mengungkap, pengawasan yang dilakukan DPRD tidak hanya sampai pada sidak semata. Komisi A DPRD Bontang akan menindaklanjuti hasil sidak itu dengan memanggil para pihak. Mulai dari pihak kontraktor hingga Dinas Ketenagakerjaan. Tujuannya, untuk memastikan berapa jumlah keseluruhan data pekerja asing dan lokal yang bekerja di Proyek tersebut.
Selain terkait tenaga kerja asing, Komisi A DPRD Bontang juga menyoroti terkait upah pekerja yang dinilai masih rendah, yakni berkisar Rp130 ribu per hari. Sabtu dan Minggu tetap dihitung sebagai upah harian, sementara lembur malam hanya dibayar Rp25 ribu per jam.
“Katanya mereka bawa makanan dari rumah. Jika disediakan, akan dipotong dari upah. Ini yang kami dapat saat berbicara dengan pekerja. Adapun BPJS Kesehatan tidak mereka dapat,” ungkap Heri. (yud/teraskata)
