Teraskata.com

Informasi Seputar Kalimantan Timur

Bahas Pengangguran di Bontang, Wali Kota Neni Apresiasi Program Gratispol Pemprov Kaltim

Biro Bontang
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menjadi pembicara dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Balikpapan, Selasa (05/05/2026).

TERASKATA.COM, BONTANG Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi program Gratispol pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud.

Apresiasi tersebut disampaikan Neni saat menjadi pembicara dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Balikpapan, Selasa (05/05/2026).

Dalam pemaparannya terkait potret ketenagakerjaan Kota Bontang tahun 2025, Neni menyoroti capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di daerahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, APK perguruan tinggi di Bontang mencapai 32 persen.

Angka tersebut setara dengan capaian nasional tahun 2025 yang juga berada di angka 32 persen, bahkan diproyeksikan meningkat menjadi 34 persen. Sementara itu, APK perguruan tinggi di Kalimantan Timur telah menembus 40 persen, melampaui rata-rata nasional.

“Alhamdulillah Pak Wamen, perlu saya laporkan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi kami 32 persen. Kita lebih tinggi dari nasional karena memang, alhamdulillah Pak Gubernur punya program Gratispoll, pemberian UKT dan SPP untuk masyarakat Bontang. Jadi kami berkolaborasi,” ujar Neni.

Menurutnya, capaian APK tersebut menjadi indikator positif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bontang, sekaligus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan ekonomi dan industri.

Pengangguran Turun Signifikan

Dalam forum tersebut, Pemkot Bontang juga memaparkan tren ketenagakerjaan yang menunjukkan perbaikan signifikan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bontang pada 2025 tercatat sebesar 6,36 persen.

Data Sakernas Agustus 2025 menunjukkan jumlah penduduk usia kerja di Bontang mencapai 143.729 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 99.089 orang atau 68,94 persen merupakan angkatan kerja, sedangkan 44.640 orang atau 31,06 persen bukan angkatan kerja.

Dari total angkatan kerja, sebanyak 92.786 orang telah bekerja, sementara jumlah pengangguran terbuka tercatat sebanyak 6.303 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga berada di angka 68,94 persen.

Dilihat dari latar belakang pendidikan, mayoritas tenaga kerja di Bontang merupakan lulusan SMA dengan persentase 27,05 persen. Disusul lulusan SMK sebesar 23,98 persen dan perguruan tinggi 22,45 persen. Adapun lulusan SD dan SMP masing-masing sebesar 14,62 persen dan 11,91 persen.

Secara tren, tingkat pengangguran di Bontang terus mengalami penurunan sejak 2017 yang saat itu masih berada di angka 12,44 persen. Meski sempat meningkat pada periode 2020–2021, angka tersebut kembali menurun hingga mencapai 6,36 persen pada 2025, dengan jumlah pengangguran sekitar 6,30 ribu orang.

Penurunan ini menunjukkan efektivitas berbagai program pemerintah dalam menekan angka pengangguran, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja di Kota Bontang.

Pemkot Bontang berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui kebijakan strategis, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM dan penciptaan lapangan kerja baru.

Penulis : Yudi
Editor : Redaksi Teraskata.com

Berita DPRD Bontang terbaru hari ini