Kolaborasi dengan Reboot dan Tanoto Foundation, Disdikbud Bontang Dorong Penguatan Inovasi Daerah

TERASKATA.Com, Bontang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Hal itu ditegaskan pada talk show bertajuk “Kolaborasi Daerah untuk Pendidikan Berkualitas” yang digelar Pemkot Bontang bersama Reboot dan Tanoto Foundation, di Ruang Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Rabu (26/11/2025).

Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha hadir bersama sejumlah tokoh pendidikan. Diantaranya Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Kepala BGTK Kaltim Wiwik Setiawati, dan Ketua PGRI Bontang Saparuddin.

Dalam berbagai sesi diskusi, Disdikbud Bontang menekankan pentingnya memperkuat budaya inovasi di sekolah. Menurut Kadisdikbud, keberadaan program-program seperti Operation & Innovation Grant memberi ruang bagi guru dan Fasda untuk menghasilkan gagasan. Khususnya yang dekat dengan kebutuhan lapangan.

“Kami melihat kerja keras para Fasda dan guru ini sebagai aset besar. Inovasi-inovasi yang muncul bukan hanya menjawab tantangan literasi dan numerasi. Tetapi menunjukkan bahwa sekolah mampu menjadi pusat kreativitas jika mendapat dukungan yang tepat,” ujarnya.

Perhatian Khusus Pada Proyek Inovatif Pendidikan

Disdikbud juga memberi perhatian khusus pada lima proyek inovatif yang dipaparkan dalam sesi presentasi. Program GLINUS, SIBINAR, CERDIK, Litera5, hingga KPFP Bontang dinilai mampu menunjukkan transformasi pendidikan bisa dimulai dari inisiatif lokal.

Terutama KPFP Bontang yang berhasil meningkatkan kompetensi guru hingga 98 persen melalui pelatihan LKPD berbasis AKM.

Pada sesi talk show, berbagai arah kebijakan pendidikan daerah dibahas secara terbuka. Disdikbud menegaskan pentingnya menghadirkan peran pemerintah sebagai fasilitator. Agar inovasi yang lahir dari sekolah dapat berkelanjutan.

Berbagai kebijakan pendukung tengah disiapkan. Termasuk penguatan jam belajar malam, pengawasan anak di luar sekolah. Serta peningkatan kualitas guru melalui sertifikasi dan insentif.

Abdu Safa Muha kembali menegaskan, pendidikan maju hanya dapat dicapai dengan kerja bersama.

“Tugas kami adalah memastikan inovasi tidak berhenti di ruang presentasi. Tetapi benar-benar diterapkan dan memberi manfaat bagi siswa serta guru di Bontang,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi Disdikbud Bontang. Seiring peringatan Hari Guru Nasional. Disdikbud menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus beradaptasi dan menciptakan solusi pendidikan di tengah tantangan yang terus berubah.

Disdikbud Bontang optimistis bahwa peningkatan kualitas pendidikan akan semakin terarah menuju visi Indonesia Emas 2045. Apalagi dengan kolaborasi yang semakin kuat, antara pemerintah, fasilitator daerah, dan lembaga pendukung seperti Tanoto Foundation, (Advertorial)