Teraskata.com

Informasi Seputar Kalimantan Timur

Dua Pasar Baru di Kutai Timur Segera Beroperasi, Pemkab Pastikan Tak Diresmikan dalam Kondisi Kosong

Biro Bontang

TERASKATA.Com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan dua pasar baru di wilayah Teluk Pandan dan Bengalon mulai beroperasi tahun ini. Pembangunan fisik keduanya hampir rampung, sementara proses rekrutmen pedagang kini tengah dipercepat agar aktivitas jual beli sudah berjalan saat peresmian dilakukan.

Kepala UPT Pasar Induk Sangatta Utara, Bohari, mengatakan pasar di Teluk Pandan telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Saat ini, fokus pemerintah daerah bukan lagi pada bangunan, melainkan memastikan pasar benar-benar hidup sejak hari pertama.

“Pak Kepala Dinas (Disperindag Kutim) menegaskan, jangan sampai pasar diresmikan tapi kosong. Harapannya, saat diresmikan sudah ada pedagang yang berjualan, sudah ada aktivitas niaga,” kata Bohari, Selasa (20/1/2026).

Sementara itu, pembangunan Pasar Bengalon telah mencapai progres sekitar 80 persen. Proyek sempat terkendala faktor cuaca, namun rekanan diberikan kesempatan penyelesaian sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa (PBJ).

“Karena progresnya sudah mendekati selesai dan rekanan siap melanjutkan, maka diberikan kesempatan. Kalau tidak, justru berisiko mangkrak,” ujarnya.

Bohari menyebut, dengan rampungnya dua pasar tersebut, wilayah UPT Pasar Sangatta Utara akan bertambah dua unit pasar aktif dalam satu tahun anggaran.

Secara fisik, kedua pasar dibangun di atas lahan sekitar satu hektar. Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, mushola, kantor pengelola, hingga kios dan los pedagang. Untuk Pasar Bengalon, kapasitasnya mencapai lebih dari 160 pedagang, terdiri dari 48 kios, 51 los basah, 60 lapak kering, serta 10 unit penggilingan daging. Jumlah dan kapasitas Pasar Teluk Pandan disebut relatif serupa.

Dari sisi lokasi, kedua pasar dinilai cukup strategis karena berada di tengah permukiman warga, meski tidak tepat di tepi jalan poros. Pasar Bengalon, misalnya, berjarak sekitar 100 meter dari jalan utama.

“Pengalaman kami, pasar yang terlalu mepet jalan belum tentu ideal. Yang penting berada di tengah aktivitas warga,” ujar Bohari.

Untuk memastikan pasar berfungsi optimal, Pemkab Kutai Timur menaruh perhatian khusus pada rekrutmen pedagang. Proses pendaftaran dilakukan melalui kecamatan agar pedagang yang masuk benar-benar warga setempat dan memiliki komitmen berjualan.

“Perintah Pak Bupati jelas, rekrut pedagang lewat kecamatan. Jangan sampai yang mendaftar itu bukan pedagang. Kalau bukan pedagang sejati, pasar bisa sepi lagi,” kata Bohari.

Ia menambahkan, seleksi dilakukan secara administratif dengan melampirkan identitas, domisili, serta jenis dagangan. Penempatan kios dan los akan disesuaikan dengan komoditas, bahkan memungkinkan dilakukan undian agar adil.

Meski mengutamakan warga lokal, pemerintah tetap membuka peluang bagi pedagang dari luar daerah jika masih tersedia kios kosong. Kehadiran pedagang berpengalaman dinilai dapat menjadi pemancing keramaian dan meningkatkan daya tarik pasar.

“Intinya pasar ini dibangun untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar. Kalau warga lokal sudah terakomodasi dan masih ada ruang, baru kita buka untuk pedagang dari luar,” terangnya.

Pemkab Kutai Timur juga mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar produk lokal bisa dipasarkan di pasar-pasar baru tersebut.

Untuk jadwal operasional, Pasar Teluk Pandan diproyeksikan mulai aktif sekitar Maret 2026, setelah proses rekrutmen pedagang rampung. Sementara penyelesaian fisik bangunan ditargetkan selesai lebih awal.

“Bangunan boleh selesai bulan ini, tapi pasar itu soal niaga. Minimal harus ada aktivitas jual beli dulu,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)

Berita DPRD Bontang terbaru hari ini