TERASKATA.Com, Kutai Timur – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim setelah melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional, toko modern, hingga SPBU di Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan sejumlah kecamatan lainnya.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, mengatakan pemantauan dilakukan sejak dua minggu terakhir sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Kutim untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan pada periode libur akhir tahun.
“Kami sudah melakukan operasi pasar, memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar induk, pasar Sangatta Selatan, hingga pasar-pasar di kecamatan. Kondisi secara umum aman,” ujar Nora kepada teraskata.com, Senin (8/12/2025).
Berdasarkan hasil survei lapangan, mayoritas harga komoditas masih stabil. Meski begitu, beberapa bahan pangan mengalami kenaikan, terutama kelompok sayuran. Harga cabai keriting dan rawit naik hingga 16,67 persen menjadi Rp70 ribu per kilogram, kentang naik 25 persen menjadi Rp25 ribu per kg, sementara ikan bandeng turut mengalami kenaikan 14,29 persen menjadi Rp40 ribu per kg.
Menurut Nora, kenaikan tersebut merupakan pola tahunan menjelang hari besar keagamaan. “Kenaikan ini sifatnya temporer. Setelah tahun baru biasanya turun lagi karena permintaan kembali normal,” jelasnya.
Dari sektor peternakan, ayam ras menjadi komoditas yang paling mendapat perhatian karena pasokannya mulai terbatas di tingkat pedagang. Untuk memenuhi kebutuhan harian, pedagang mendatangkan stok dari Muara Badak hingga Bontang. Namun demikian, harga daging ayam tetap stabil pada kisaran Rp45 ribu per kg.
Sementara itu, harga daging sapi dan ayam kampung terpantau stabil masing-masing di kisaran Rp160 ribu per kg dan Rp120 ribu per kg.
Selain pemantauan komoditas pasar, Disperindag juga menelusuri ketersediaan beras di tingkat distributor dan agen. Hasilnya, total stok beras mencapai 98.528 ton dari berbagai merek. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga setelah perayaan tahun baru.
Tim Disperindag juga melakukan pengecekan terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di enam SPBU wilayah Sangatta Utara. Setiap SPBU melaporkan distribusi berjalan lancar, dengan pasokan harian Pertalite, Pertamax, Solar, serta Dexlite datang sesuai kebutuhan.
Surat edaran khusus juga telah dikirimkan kepada seluruh SPBU di Kutim agar memastikan pasokan dijaga stabil.
“Kami memonitor gas dan BBM di semua SPBU. Surat resmi sudah kami kirim sebagai bentuk pengawasan dan antisipasi,” ungkapnya.
Pemantauan tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan. Sementara ini, tim Disperindag juga masih berada di Kecamatan Rantau Pulung untuk memastikan ketersediaan bapokting di tingkat kecamatan dan toko modern. “Semua titik kami pantau, termasuk retail modern yang menjual beras dan kebutuhan lainnya. Laporannya terus masuk ke kami setiap hari,” katanya.
Berdasarkan seluruh rangkaian pengecekan, Disperindag Kutim memastikan stok bapokting aman dan terkendali. Tidak ditemukan indikasi kelangkaan, sementara kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas wajar.
“Ketersediaan barang aman. Yang naik hanya beberapa komoditas, dan itu sifatnya temporer,” tandasnya. (Ronny/teraskata)


