TERASKATA.Com, Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan pertumbuhan ekonomi Kutim yang saat ini tertinggi di Kalimantan Timur dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri penutupan Pekan Pemuda Kutai Timur 2025 di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Sabtu (15/11/2025).
Berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kata Ardiansyah, pertumbuhan ekonomi Kutim mencapai sekitar 10 persen. Itu menjadikannya yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Kaltim. Meski begitu, Ardiansyah mengaku masih mempertanyakan apakah pencapaian tersebut sudah memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita sekitar 10 sekian persen. Itu yang tertinggi di Kalimantan Timur. Tapi saya masih belum yakin apakah pertumbuhan itu bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Kutai Timur,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Kutim disebut terus mengupayakan berbagai langkah pemerataan manfaat ekonomi, termasuk mendorong partisipasi masyarakat dan pemuda dalam sektor-sektor produktif.
Ardiansyah menyebut bahwa potensi Kutim sangat besar, namun tanpa gerakan bersama, pertumbuhan ekonomi tidak akan menghasilkan kesejahteraan yang merata.
“Saya akan terus mendorong dan menggerakkan siapapun yang ingin bergerak di bidang apa pun, termasuk KNPI. Kita harus berbarengan untuk memaksimalkan sumber daya yang kita miliki agar membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Bupati menuturkan bahwa pemerintah daerah telah membuka ruang bagi pemuda, komunitas, pelaku UMKM hingga petani dan nelayan untuk mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi.
Ia menilai kerja-kerja komunitas seperti Komite Tani Muda (KTM) di bawah KNPI Kutim merupakan contoh nyata bahwa pemuda dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat.
Ardiansyah menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanyalah angka jika tidak disertai pemerataan manfaat. Prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan setiap kelompok masyarakat mendapat akses terhadap peluang usaha. Peningkatan kapasitas, dan pemberdayaan ekonomi.
“Pertumbuhan itu harus bisa dirasakan. Kalau tidak, itu hanya angka. Pemerintah berusaha agar setiap capaian benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv)


