Hingga Kini, 2.491 NIB Terbit, Bukti Investasi Makin Menggeliat di Bontang

TERASKATA.Com, Bontang yaknya Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan sepanjang tahun 2025.

Hal ini menandakan tingginya minat pelaku usaha untuk menanamkan modal di kota industri tersebut. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat, penerbitan NIB mengalami peningkatan signifikan.

Lonjakan ini meliputi sektor perdagangan, jasa, kuliner, hingga industri kecil dan menengah. Hingga akhir November 2025, tercatat sudah ada 2.491 NIB yang sudah diterbitkan.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pertumbuhan jumlah NIB menjadi bukti bahwa Bontang terus menarik perhatian investor, baik skala kecil maupun menengah.

“Penerbitan NIB yang meningkat menunjukkan bahwa aktivitas usaha di Bontang berjalan dinamis. Banyak pelaku usaha baru yang masuk dan itu sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurut Aspiannur, peningkatan NIB juga dipengaruhi oleh kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang kini semakin sederhana dan mudah diakses.

“Proses perizinan makin cepat dan transparan. Pelaku usaha bisa mengurus berbasis digital tanpa harus datang langsung, sehingga lebih efisien,” tambahnya.

Selain itu, berbagai program pemerintah kota turut mendorong tumbuhnya kegiatan usaha, mulai dari pendampingan UMKM, penyederhanaan layanan, hingga percepatan perizinan bagi sektor prioritas.

Aktivitas ekonomi yang semakin hidup ini diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kontribusi pajak daerah. Pemerintah daerah pun memastikan akan terus meningkatkan kualitas layanan untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.

“Semakin banyak usaha yang tercatat resmi melalui NIB, semakin kuat pula fondasi ekonomi daerah. Kami akan terus memaksimalkan pelayanan agar tren positif ini berlanjut,” tutup Aspiannur.

Dengan capaian tersebut, Bontang kian menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi paling progresif di Kalimantan Timur. (Advertorial)