Anggota Komisi D DPRD Kutim Minta Prioritaskan Penyelesaian Program Pendidikan yang Tertunda

TERASKATA.Com, Kutai Timur – Komisi D DPRD Kutai Timur meminta pemerintah daerah memprioritaskan penyelesaian sejumlah program pendidikan yang tertunda dalam dua tahun terakhir.

‎Desakan ini disampaikan setelah komisi tersebut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kendala implementasi program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal itu disampaikan pada Selasa (26/11/2026).

‎Anggota Komisi D DPRD Kutim, Yulianus Palangiran, mengatakan bahwa pemerintah daerah harus lebih konsisten dalam menuntaskan program-program strategis yang telah direncanakan.

‎Ia menyebut beberapa kegiatan yang telah diberikan mandat kepada pihak tertentu, namun tidak berjalan optimal maupun selesai tepat waktu.

“Kan ada yang sudah diberikan kesempatan untuk melaksanakan, tetapi tidak mampu menyelesaikan. Itu menjadi pedoman bagi kita untuk mengevaluasi,” ujarnya.

‎Ia menekankan bahwa sejumlah program pendidikan masih memerlukan perhatian khusus, terutama terkait penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas pelaksanaan, dan evaluasi berkala.

‎Menurutnya, penguatan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan daerah menjadi kunci untuk menghasilkan SDM yang lebih kompetitif.

“Banyak yang perlu dikembangkan dari segi kurikulum. Itu yang kita inginkan sejak dulu agar relevan dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.

‎Meski anggaran daerah saat ini terbatas, Yulianus menegaskan bahwa DPRD tetap memberikan dukungan maksimal agar program yang tertunda bisa diselesaikan.

‎DPRD, katanya, telah menyepakati pengalokasian anggaran agar diarahkan pada penyelesaian program yang belum rampung.

“Pada prinsipnya, kami membantu maksimal. Makanya dewan menyepakati anggaran minim itu diarahkan untuk penyelesaian program yang telah tertunda selama dua tahun terakhir,” ujarnya.

‎Politisi Partai Nasdem itu berharap pemerintah dapat meningkatkan ketepatan perencanaan serta profesionalisme dalam pengelolaan program, agar hambatan serupa tidak kembali terjadi ke depan.

“Dari kelemahan kemarin itulah guru terbaik. Jangan sampai kita korban dua kali,” pungkasnya. (adv)