TERASKATAKALTIM – Di tengah arus digitalisasi pendidikan yang semakin meluas, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Yonavia, menekankan pentingnya memperkuat aspek literasi dan keamanan digital di lingkungan sekolah.
Menurutnya, percepatan teknologi tanpa pengamanan yang memadai justru dapat menimbulkan kerentanan baru bagi dunia pendidikan.
“Digitalisasi pendidikan itu bukan hanya soal perangkat dan internet. Kita harus bicara soal pemahaman, literasi, dan keamanan jaringan yang menyertainya,” ujar Yonavia, Jumat (9/5/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu menyoroti rendahnya kesadaran akan pentingnya keamanan siber di lembaga pendidikan, terutama di daerah. Ia menilai, ketersediaan alat digital saja tidak cukup jika penggunaannya masih membuka celah terhadap kebocoran data hingga serangan siber.
Ia mengingatkan bahwa ancaman digital tak hanya menyasar data pribadi siswa atau nilai akademik, tapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Oleh sebab itu, ia mengusulkan adanya pendekatan holistik dalam pembangunan ekosistem digital pendidikan di daerah.
Menurut Yonavia, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci. Kolaborasi ini perlu difokuskan pada penguatan kapasitas SDM, peningkatan sistem keamanan digital yang tangguh, serta perumusan regulasi yang melindungi privasi dan data dalam lingkungan pendidikan.
“Kalau sistemnya rapuh, kita hanya akan menyambut masalah baru. Padahal ini menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar transformasi digital tidak hanya dikejar dari sisi kecepatan, tetapi juga ketahanan dan pemahaman yang mendalam.
“Dengan pendekatan yang tepat, Kalimantan Timur mampu mencetak generasi yang bukan sekadar melek teknologi, tetapi juga cakap dan bijak menghadapinya,” tutupnya.
RF (ADV DPRD KALTIM)

