TERASKATAKALTIM – Masuknya berbagai investasi besar ke Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya menjelang beroperasinya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, membawa peluang ekonomi yang besar.
Namun, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz, mengingatkan agar masyarakat lokal tidak terpinggirkan dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung.
“Investasi itu penting, tapi masyarakat harus terlibat langsung, bukan hanya jadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya, Jum’at (31/5/25).
Menurut Giaz, pemerintah harus memastikan kehadiran investor turut membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, memberi pelatihan keterampilan, serta membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar.
Ia menegaskan, keterlibatan warga lokal bukan hanya soal kerja, tetapi juga tentang rasa memiliki terhadap pembangunan di wilayah mereka.
“Selama ini kita terbuka dengan investasi. Tapi jangan sampai manfaat ekonominya hanya dinikmati segelintir pihak. Rakyat Kaltim juga harus mendapat bagian yang setara,” tegasnya.
Ia menyoroti peran DPRD dalam mengawal jalannya investasi agar tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan manfaat. Salah satu aspek yang menurutnya perlu diawasi adalah kontribusi investasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau nilai investasi triliunan tapi PAD-nya stagnan, itu artinya ada yang perlu dievaluasi. Kita butuh transparansi dan kejelasan aliran manfaatnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Giaz mendorong agar regulasi terkait investasi diperkuat. Ia menyebut pentingnya sistem pengawasan yang tidak hanya melihat angka investasi, tetapi juga kualitas dampaknya terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
“Selama investasi membawa kemajuan dan masyarakat bisa ikut tumbuh bersama, kita akan dukung. Tapi jika hanya mendatangkan ketimpangan, maka perlu dikaji ulang,” tutupnya.
RF (ADV DPRD KALTIM)

