Hujan Tak Reda, Tujuh Desa di Muara Wahau Terendam Banjir, BPBD Kutim Siapkan Langkah Evakuasi

TERASKATA.Com, Kutai Timur — Debit air di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, terus meningkat sejak beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim menyebut banjir terjadi akibat luapan Sungai Wahau yang diperparah oleh hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengatakan tujuh desa telah terdampak. Di enam desa, pemukiman warga telah terendam.

“Air masih mengalami kenaikan karena cuaca di sana masih hujan. Ada tujuh desa terdampak, yaitu Desa Muara Wahau, Nehas Liah Bing, Jak Luay, Long Wehea, Dabeq, Diaq Lay, dan Bea Nehas,” kata Naim saat dikonfirmasi melalui telefon WhatsApp, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, Desa Bea Nehas menjadi wilayah dengan kondisi paling berat karena akses jalan keluar-masuk desa ikut terendam banjir.

“Sementara enam desa lainnya rumah warga sudah terendam,” ujarnya.

BPBD Kutim belum menurunkan tim ke lokasi karena masih menunggu perkembangan kondisi air. Namun, Naim memastikan pihaknya bersiap bergerak jika banjir tak menunjukkan tanda-tanda surut.

“Kalau memang tidak ada perkembangan, paling lambat besok pagi kami akan ke Wahau,” katanya.

Hingga saat ini, BPBD belum menerima laporan resmi terkait adanya warga yang dievakuasi dari tujuh desa tersebut. Pemantauan masih dilakukan melalui pemerintah kecamatan dan desa.

Selain di Muara Wahau, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kongbeng, Telen, Karangan, dan Bengalon. Namun beberapa wilayah mulai menunjukkan perbaikan.

“Karangan tadi pagi sudah kering. Sementara, Wahau, Kongbeng masih terdampak. Telen juga mengalami banjir meski tidak separah Wahau. Bengalon berangsur surut,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, BPBD mencatat lima kecamatan yang terdampak banjir per hari ini.

Naim melanjutkan, berdasarkan laporan BMKG, cuaca di Kutai Timur masih fluktuatif dan berpotensi hujan deras di sejumlah kecamatan.

“Prediksi cuaca dari BMKG sudah kami terima dan sudah kami sampaikan ke masyarakat untuk mengantisipasi,” ujarnya.

BPBD menerima laporan warga di Kecamatan Karangan sempat mengungsi pada Minggu malam, namun kini telah kembali ke rumah setelah kondisi surut. Sementara di Muara Wahau, belum ada laporan pengungsian.

“Kami terus memantau. Kalau kondisi masih sama, besok tim BPBD akan menuju lokasi,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)