SIGAP, Terobosan Diskop Kutim untuk Benahi Data dan Percepat Pembinaan Koperasi

TERASKATA.Com, Kutai Timur Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan inovasi Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP). Inovasi ini sebagai upaya mempercepat pembinaan dan pengawasan koperasi di daerah.

Aplikasi ini lahir dari kebutuhan mendesak di lapangan setelah bertahun-tahun petugas hanya mengandalkan data manual yang dinilai menghambat kerja tim.

Demikian diungkapkan Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Kutim, Firman Wahyudi. Saat dikonfirmasi seusai peluncuran di ruang Tempudau Kantor Bupati, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan, ide pengembangan SIGAP sebenarnya telah digagas dua tahun lalu. Saat itu, timnya kesulitan memberikan pelayanan cepat karena harus memeriksa data koperasi secara manual.

“Pengalaman kami turun ke lapangan sangat terkendala data manual. Satu operator di kantor, posisi kami di kecamatan, mau jawab pertanyaan saja harus tunggu data dikirim dulu,” ujar Firman.

Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya jumlah koperasi aktif. Pada 2021, dari hampir 1.450 koperasi yang terdata, hanya 47 koperasi yang dinyatakan aktif.

“Kami akhirnya harus jemput bola, walau dengan anggaran yang sangat minim,” katanya.

Kerja keras tim kemudian mendapat perhatian khusus dari Bupati Kutim. Dukungan pemerintah daerah membuat program pembinaan naik signifikan. Pelatihan koperasi yang awalnya hanya sekali setahun, kini bisa digelar hingga 10 angkatan per tahun.

Jumlah Koperasi Aktif Terus Meningkat

Hasilnya terlihat jelas. Jumlah koperasi aktif terus meningkat hingga mencapai lebih dari 500 unit pada 2024. Kutim bahkan meraih penghargaan sebagai Pembina Koperasi Terbaik se-Kaltim pada 2022. Dan kembali mempertahankannya pada 2023. Dukungan kepala daerah yang rutin hadir dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan peresmian kantor koperasi menjadi salah satu indikator penilaian penting.

Di tingkat nasional, Bupati Kutim juga meraih predikat Pembina Koperasi Andalan dari Dekopin Pusat berkat keterlibatan langsung dalam pembinaan.

Firman menegaskan, hadirnya SIGAP akan mempercepat validasi data, terutama untuk mengatasi tumpukan koperasi tak aktif yang merupakan “warisan” dari masa Kutim masih bergabung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Banyak koperasi lama seperti koperasi kayu, rotan, hingga singkong yang sudah tidak beroperasi, tapi belum dibubarkan karena proses birokrasi panjang. Dengan SIGAP, kami bisa lebih cepat menekan proses itu,” ucapnya.

SIGAP kini juga dilengkapi barcode yang menampilkan peta kesehatan koperasi di seluruh kecamatan. Kecamatan Sangatta tercatat sebagai wilayah dengan jumlah koperasi tidak sehat paling banyak, meski secara umum seluruh kecamatan memiliki sebaran yang relatif merata.

“Kayaknya yang paling banyak itu Sangatta Utara, lebih 100 kayaknya,” bebernya.

Firman berharap aplikasi ini membantu perbaikan kelembagaan secara berkelanjutan. “Tujuan kami ke depan jelas, data cepat, pembinaan tepat, dan koperasi yang tidak aktif segera ditertibkan,”pungkasnya. (Ronny/teraskata)