TERASKATA.Com, Kutai Timur — Proyek lanjutan yang menelan anggaran Rp23 miliar untuk Teluk Pandan dan Rp21 miliar untuk Bengalon itu ditarget rampung pada pekan ketiga Desember 2025.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadani saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (24/11/2025).
Ia mengatakan progres pembangunan Teluk Pandan saat ini telah mencapai 45–50 persen, hanya sebulan sejak pengerjaan dimulai.
”Jadi saat saya ke sana. Saya singgah di kantor kecamatan mengajak camat setempat untuk sama-sama meninjau. Ya alhamdulillah beliau (camat) sangat sumringah melihat tentang bagaimana pasar itu sudah dibangun sekitar 45 hampir mencapai 50 persen. Artinya pekerjaan pasar sudah dilakukan dengan rapi,” ujar Nora.
Nora menegaskan anggaran miliaran rupiah tahun ini bukan untuk membangun dari awal. Pembangunan kedua pasar tersebut sudah memasuki tahap kedua, setelah tahap pertama dianggarkan lebih dari Rp5 miliar untuk masing-masing bangunan.
“Yang Rp21 dan Rp23 miliar itu lanjutan. Tahap satu Teluk Pandan dan Bengalon sudah dikerjakan tahun lalu,” jelasnya.
Pelaksanaan tahap kedua sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah. Lelang baru dapat dilakukan setelah pagu anggaran dipastikan tidak berubah.
“Jangan sampai nanti kita lelang anggarannya tiba-tiba hilang. Kan kita jadi wanprestasi dengan pihak luar,” tambah Nora.
Desain Satu Lantai, Sirkulasi Air Diperbaiki, Lapak Lebih Luas
Pasar Teluk Pandan dirancang satu lantai agar tidak memicu kecemburuan antarpedagang dan memudahkan pembeli. Di dalamnya disiapkan kios basah, kios kering, lapak ikan yang lebih luas dari pasar sebelumnya, aula kegiatan, serta musala.
“Saat ini mereka sedang mengatur sistem sirkulasi air. Kualitas bangunan sudah terlihat rapi,” kata Nora.
Lahan pasar diperkirakan lebih dari satu hektare termasuk area gedung dan parkir.
Untuk Bengalon, progres pembangunan juga sudah setara Teluk Pandan. Keduanya dikerjakan dengan pola dua shift pagi hingga malam agar target selesai dapat tercapai.
Siapkan 130 Tempat Berdagang, Diundi secara Transparan
Pasar Teluk Pandan diproyeksikan memiliki sekitar 70 kios dan 60 lapak, total lebih dari 130 slot untuk pedagang. Semua calon pedagang lokal akan diprioritaskan.
Nora menegaskan sistem penempatan kios akan dilakukan melalui pengundian terbuka oleh camat, tanpa intervensi dinas.
“Tidak boleh pilih-pilih lokasi. Siapa yang dapat nomor tertentu, itulah rezekinya. Semuanya dilakukan transparan agar tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.
Meski dikejar waktu, Nora menegaskan kualitas konstruksi tidak boleh dikompromikan. Ia secara khusus meminta penyedia tetap mengikuti standar pengeringan beton minimal tiga minggu.
“Jangan sampai karena mengejar target 100 persen mereka mengorbankan kualitas. Apalagi pasar itu area basah,” katanya.
Ia juga menyebut Disperindag meminta pendampingan dari Kejaksaan Negeri sebagai langkah preventif agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan.
Optimistis Selesai Sesuai Target
Dengan progres yang stabil, cuaca yang cukup mendukung, dan pengawasan ketat setiap pekan, Nora optimistis kedua pasar dapat selesai dan diserahterimakan tepat waktu.
“Mudah-mudahan semuanya lancar. Targetnya sampai dengan minggu ketiga bulan Desember,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)

