TERASKATA.Com, Kutai Timur – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur menargetkan finish di tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, KONI Kutim akan fokus meloloskan sebanyak mungkin atlet dalam babak pra kualifikasi (BK) pada event empat tahunan yang akan berlangsung di Paser itu.
Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono mengatakan berbeda dari pelaksanaan Porprov sebelumnya, kali ini seluruh cabang olahraga (cabor) wajib mengikuti babak kualifikasi sebelum bisa berlaga di tingkat provinsi.
“Kami sepakat bahwa meminta kepada cabor-cabor bagaimana untuk bisa sebanyak-banyaknya meloloskan atlet di ajang babak kualifikasi Porprov 2026,” ujar Rudi saat dihubungi melalui via telfon aplikasi WhatsApp.
Rudi menjelaskan, pada Porprov 2018 Kutim mendapat keuntungan sebagai tuan rumah sehingga seluruh atletnya otomatis bisa bertanding. Sementara pada Porprov 2022 di Berau, pandemi Covid-19 membuat babak kualifikasi ditiadakan.
Namun untuk Porprov 2026, aturan baru dari KONI Kalimantan Timur mewajibkan seluruh cabor mengikuti pra kualifikasi.
“Karena Porprov sekarang wajib lolos di babak pra kualifikasi baru bisa nanti ikut Porprov di Paser,” imbuhnya.
Susun Strategi dan Kontingen
KONI Kutim juga tengah menyiapkan pembentukan kontingen untuk Porprov 2026. Rudi mengungkapkan, pada Desember 2025 pihaknya menargetkan sudah memiliki kerangka penyusunan kontingen, termasuk menentukan ketua kontingen.
“Ada tiga nama yang diusulkan, yakni Wakil Bupati, Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim, Jimmy, dan Kadispora Basuki Isnawan. Tapi keputusan akhir tetap menunggu arahan Bupati Kutai Timur,” jelasnya.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, Kutai Timur saat ini menempati peringkat keempat dalam klasemen sementara olahraga se-Kalimantan Timur, berdasarkan hasil kejuaraan-kejuaraan tingkat provinsi yang telah digelar.
“Tugas kami sekarang bagaimana bisa memperbaiki posisi itu agar target tiga besar di Porprov nanti bisa tercapai,” kata Rudi.
63 Cabor Dipertandingkan, Kutim Siap Berlaga
Rudi menambahkan, KONI Kalimantan Timur telah menetapkan 63 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov 2026. Seluruh cabor di bawah naungan KONI Kutim ditargetkan mengikuti babak pra kualifikasi hingga akhir Desember 2025.
“Insya Allah seluruh cabor Kutim akan ikut pra kualifikasi. Soal lolos atau tidaknya, nanti kita lihat dari hasilnya. Setelah Desember, kita baru tahu kekuatan kontingen Kutim,” ujarnya.
Namun, tidak semua cabang bisa diikuti. Beberapa seperti Barongsai yang sempat menyumbang delapan mendali emas di laga Kejurprov FOBI baru-baru ini justru tidak termasuk dalam daftar pertandingan yang ditetapkan KONI Kaltim.
“Nah, kalau itu yang kita tanyakan, kenapa tidak diikutkan? Itu berdasarkan keputusan KONI Kaltim. Walaupun Kutai Timur punya atlet, tapi di sana tidak dipertandingkan,” terangnya.
Usulkan Anggaran Rp50 Miliar
Dari sisi pendanaan, KONI Kutim telah mengusulkan anggaran sekitar Rp50 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mendukung persiapan Porprov, termasuk pelatihan dan kebutuhan atlet.
“Kami sudah ajukan usulan sekitar Rp40–50 miliar. Tapi kita belum tau lagi yang disetujui berapa. Itu tergantung dari pihak pemerintah, tergantung kemampuan keuangan daerah,” ujar Rudi.
Rudi menegaskan, anggaran yang diajukan harus diusulkan lebih awal karena peraturan keuangan daerah tidak memperbolehkan pengajuan mendadak pada tahun pelaksanaan.
“Kalau kita buat usulannya nanti kan tidak boleh. Usulan kan harus mundur satu tahun,” bebernya.
Cabor Unggulan: Panjat Tebing dan Tarung Derajat
Dari sejumlah cabang olahraga yang diikuti, Kutai Timur menaruh harapan besar pada panjat tebing dan tarung derajat, dua cabor yang sebelumnya menyumbang medali emas terbanyak bagi Kutim.
“Kalau yang lain-lain kan merata kita. Semua hampir sempat juara umum kita di Porprov 2022,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)









