TERASKATA.Com, Kutai Timur – Perubahan besar terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur. Embung Banyu Langi yang dulunya hanya berfungsi sebagai penampungan air hujan, kini menjadi pusat aktivitas wisata dan penggerak ekonomi warga.
Transformasi ini tak hanya mengubah wajah desa, tetapi juga membuka peluang kerja, mendorong kreativitas dan menghidupkan kembali perekonomian lokal.
Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman mengisahkan embung tersebut awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian. Namun, potensi pemandangan alamnya mendorong pemerintah desa bersama warga untuk mengubahnya menjadi destinasi wisata terbuka.
“Kami kembangkan wahana perahu bebek, area pemancingan, taman bermain anak, panggung hiburan hingga warung UMKM yang dikelola langsung oleh warga,” ujar Usman, pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Pengelolaan kawasan seluas 7,8 hektare ini melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk secara partisipatif. Pemerintah desa mengatur kebijakan pengembangan, sementara Pokdarwis mengelola operasional harian, mulai dari pemeliharaan fasilitas hingga pelayanan pengunjung.
Dukungan juga datang dari Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata yang membangun fasilitas penginapan bergaya glamping (glamour camping) sejak 2023 dan ditargetkan selesai pada 2025.
Glamping ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar daerah sehingga menambah pemasukan bagi warga.
Meski sempat menuai pro dan kontra di awal, kini mayoritas warga mendukung penuh. Banyak yang merasakan dampak positif. Mulai dari peningkatan omzet warung makan, penyewaan wahana hingga terbukanya peluang bagi anak muda untuk terlibat dalam manajemen wisata.
“Awalnya ada keraguan dari masyarakat, tapi sekarang jelas manfaatnya. Pengunjung ramai, ekonomi bergerak, masyarakat jadi lebih terbuka dan kreatif,” katanya.
Keberhasilan Embung Banyu Langi masuk nominasi Desa Wisata Pemula terbaik di tingkat Provinsi Kalimantan Timur menjadi pengakuan atas kerja sama pemerintah desa dan warga dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Usman menegaskan, pengembangan wisata ini bukan sekadar mencari popularitas. Melainkan bagian dari strategi besar untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa dan mewujudkan visi Desa Suka Maju sebagai desa yang benar-benar maju.
”Tujuan kami bukan hanya soal wisata, tapi juga menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat dan menjadikan desa ini maju sesuai namanya, Suka Maju,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)

