TERASKATA.Com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) awalnya merencanakan pembangunan Museum Budaya Kutai Timur tahun 2025 ini.
Sayangnya rencana itu tak bisa direalisasikan tahun ini, karena efisiensi anggaran yang melanda Kabupaten Kutim. Museum ini dirancang bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan juga pusat kegiatan kebudayaan daerah.
Meski gagal terealisasi tahun ini, semangat untuk menghadirkan Museum Budaya Kutim tak surut. Tahun 2026 diharapkan rencana itu dapat dilanjutkan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim tetap optimistis proyek yang bakal menelan Rp2 Miliar APBD Kutim itu, bakal terwujud.
“Alhamdulillah untuk pembangunan museum sementara karena kemarin badai (efisiensi), kita anggarkan ada 2 miliar itu terhapus, maka untuk tahun ini stop dulu,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah.
Ia mengaku tetap berupaya agar rencana tersebut dapat berjalan kembali pada tahun mendatang.
“Mudah-mudahan di tahun depan ada. Dan saya juga akhir tahun ini akan ke pusat untuk menindaklanjuti, siapa tahu ada bantuan dari pemerintah pusat untuk segera dibangun museum itu,” lanjutnya.
Menurut rancangan awal, museum yang akan berdiri di lahan seluas 4 hektare di Jalan Soekarno Hatta itu membutuhkan dana sekitar Rp15 miliar untuk pembangunan fisik saja.
“Itu hasil rancangan konsultan, sekitar 15 miliar untuk bangunannya saja. Isinya belum,” terangnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan museum tersebut akan dibangun secara terintegrasi dengan gedung kesenian sebagai bagian dari upaya menghadirkan pusat kebudayaan yang lengkap di Kutim.
“Insyaallah nanti terintegrasi dengan gedung kesenian. Karena kita belum punya dewan kesenian dan gedung kebudayaan,” ungkapnya.
Dalam masterplan yang telah disiapkan, kompleks museum juga akan dilengkapi ruang pertunjukan indoor dan outdoor, ruang kreasi seniman, serta area UMKM untuk penjualan cendera mata dan produk seni lokal.
“Kalau sudah jadi, otomatis kegiatan festival-festival budaya akan lebih banyak di museum,” katanya.
Padliyansyah berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar proyek tersebut segera terealisasi.
“Minta doa dan dukungan teman-teman, mudah-mudahan badai anggaran ini segera berlalu. Tahun depan bisa mulai terlihat tanda-tanda pembangunan,” tutupnya. (Ronny/teraskata)

