TERASKATA.Com, Kutai Timur – Dua pasar yang berada di Teluk Pandan dan Bengalon, yang ditargetkan rampung dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat sebelum akhir tahun ini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan progres pembangunan kedua pasar itu kini terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif di lapangan.
“Sekarang yang sedang berjalan itu di Teluk Pandan dan Bengalon. Insyaallah mudah-mudahan sampai akhir tahun rampung semuanya, dua-duanya,” ujar Nora belum lama ini.
Pembangunan dua pasar ini menggunakan anggaran sekitar Rp23 miliar dan Rp21 miliar, meski pihaknya masih menyesuaikan rincian antara lokasi Teluk Pandan dan Bengalon.
Menurutnya, kedua pasar ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah pesisir dan tengah Kutim.
“Namanya pasar itu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Jadi harapan kami, ekonomi di dua kecamatan itu bisa makin hidup, para pedagang bisa kembali berhimpun untuk melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain dua lokasi tersebut, Disperindag Kutim juga telah menyiapkan rencana pembangunan pasar baru di wilayah lain, termasuk Sangkulirang yang sebelumnya mengalami kebakaran pasar. Namun, realisasinya diproyeksikan pada tahun 2026, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Kalau untuk pengganti pasar yang terbakar di Sangkulirang, mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun 2026, melihat kekuatan anggaran yang ada,” tambahnya.
Nora menegaskan, pemerintah tidak serta-merta membangun pasar baru tanpa dasar kebutuhan. Pihaknya tetap melakukan kajian dan menilai kelayakan setiap lokasi sebelum menetapkan pembangunan fisik.
“Kalau di kami, harus ada cikal bakal atau embrio pasar lebih dulu, misalnya sudah ada aktivitas jual beli masyarakat. Dari situ baru kita lihat kebutuhannya,” terangnya. (Advertorial)


