Dari Penertiban ke Pemberdayaan, Cara Pemkab Kutim Tangani Gepeng

TERASKATA.Com, Kutai Timur Penertiban gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kutai Timur tidak hanya menekankan pada penegakan aturan. Tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan lewat pemberdayaan sosial.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus mengembangkan pendekatan manusiawi untuk menangani masalah sosial yang kompleks ini.

Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Ernata Hadi Sujito menjelaskan, proses penanganan dimulai dari razia yang dilakukan Satpol PP.

“Penertiban dilakukan sesuai standar operasional prosedur. Satpol PP yang menangkap, kemudian kami di Dinas Sosial membina mereka,” kata Ernata saat dikonfirmasi via telfon aplikasi WhatsApp, Selasa (3/11/2025).

Setelah penertiban, Dinas Sosial melakukan asesmen individual untuk memahami minat dan kemampuan tiap orang. Berdasarkan asesmen itu, mereka mendapatkan pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha. Tujuannya agar para gepeng dapat mengembangkan usaha mandiri dan tidak kembali ke jalanan.

“Kami ingin mereka bisa hidup lebih baik dan produktif,” ujar Ernata.

Razia penertiban dilakukan rutin, rata-rata dua hingga tiga kali per bulan, tergantung kondisi di lapangan.

“Kalau banyak gepeng di area tertentu, Satpol PP melakukan razia lebih sering. Semua kami pantau agar program berjalan efektif,” tambahnya.

Menurut Ernata, kolaborasi antara Satpol PP dan Dinas Sosial menjadi kunci keberhasilan program ini.

Penertiban semata tidak cukup, harus diiringi pembinaan agar dampak sosialnya nyata dan berkelanjutan.

Program ini membuka peluang bagi gepeng untuk menjadi mandiri dan produktif, sekaligus menegakkan ketertiban umum.

Pendekatan ini dianggap sebagai model rehabilitasi sosial yang inovatif, yang memadukan penegakan aturan dengan upaya pemberdayaan.

Dinas Sosial berharap strategi ini dapat mengurangi jumlah gepeng di jalanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur secara keseluruhan.

“Harapan kita setelah kita didik dia bisa mengembangkan hasil. Nah, hasil dari pelatihan itu untuk usahanya,” pungkasnya. (Ronny/Kutim)