TERASKATA.Com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) tahun 2025.
Demikian diungkapkan Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, Muhammad Noor. Menurutnya, seluruh data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan validasi (verpal) ketat, yang dilakukan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Pembangunan sudah berjalan semua. Total yang ditetapkan 497 unit. Semuanya melalui verpal, tidak ada data yang hanya di atas kertas,” ujar Noor.
Sangatta Utara dan Selatan menjadi kecamatan dengan total penerimaan manfaat terbanyak dari dua daerah lainnya yang menjadi fokus pembangunan tahun ini, yakni Teluk pandan dan Rantau Pulung. Pasalnya, wilayah itu paling padat MBR menerima porsi terbesar.
“Data MBR yang paling banyak berada di Utara dan Selatan, jadi penerimanya otomatis lebih dominan di sana,” jelasnya.
Noor menegaskan Perkim bersama Pokja PKP menurunkan tim ke lapangan untuk mendatangi setiap rumah yang diusulkan. Pemeriksaan meliputi koordinat lokasi, kondisi rumah, hingga legalitas lahan.
“Mutlak kami cek satu per satu. Tidak boleh salah sasaran. Dua bulan prosesnya untuk memastikan semua data benar,” ujarnya.
Verifikasi dilakukan bersama OPD lain seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, dan kecamatan sebagai pemegang data awal.
Nilai yang dikerahkan bervariatif tergantung dengan jenis bantuan. Seperti bedah rumah memakan biaya Rp60 Juta per satu unit, sedangkan rumah baru Rp 115 Juta per Unit dengan luasan maksimal 36 meter persegi.
Noor menyatakan angka tersebut sudah termasuk pajak dan mengikuti standar Kementerian Perkim.
Meskipun menghadapi tantangan cuaca dan kondisi material, Perkim optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan pada 31 Desember.
“Seperti tahun lalu, kita optimalkan semua tim. Kalau ada kendala, kita selesaikan di lapangan,” kata Noor. (Ronny/teraskata)

