TERASKATA.Com, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.
Di bawah kepemimpinan Bupati H. Ardiansyah Sulaiman, infrastruktur dasar seperti listrik dan jalan menjadi fokus utama yang diimbangi dengan pengembangan sektor pariwisata daerah.
Baru-baru ini, Pemkab Kutim meresmikan masuknya aliran listrik PLN di dua desa terpencil, yakni Manubar Dalam dan Manubar Pantai di Kecamatan Sandaran. Tak hanya itu, 13 desa lainnya juga tengah dalam proses penyambungan jaringan yang ditargetkan rampung tahun ini.
“Semoga saja berhasil melaksanakan semua, meski pun memang agak sulit dalam tiga bulan ini menyelesaikannya. Berita itu cukup menggembirakan bagi saya, terutama di momen HUT Kutim kali ini,” ujar Ardiansyah, Kamis (9/10/2025).
Selain infrastruktur kelistrikan, Pemkab Kutim juga mempercepat peningkatan jalan dan jembatan penghubung antardesa.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUPR) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), program perbaikan jalan menuju wilayah pesisir kini terus digenjot.
Tak berhenti di sana, sektor pariwisata pun ikut disentuh. Ardiansyah menilai pengembangan destinasi wisata di Pulau Miang, Pulau Birah-Birah, Jupuk-Jupuk, dan Pantai Marang merupakan potensi besar yang dapat menjadi penopang ekonomi masyarakat.
“Kalau Geopark ini sudah berhasil, jalurnya juga akan dibuka. Data sudah melalui provinsi Karst Mangkaliat ini terbentang di dua kabupaten, Kutim dan Berau,” jelasnya.
Dengan semangat HUT ke-26 Kutai Timur, Ardiansyah menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan program pembangunan yang berkeadilan.
“Pemerataan bukan sekadar slogan. Ini komitmen kita untuk memastikan seluruh wilayah Kutim tumbuh bersama,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)

