TERASKATA.Com, Kutai Timur – Hasil penelitian di Pantai Sangatta Utara mengungkap fakta mencengangkan. Lebih dari seribu partikel mikroplastik ditemukan dalam setiap 100 gram sedimen pantai.
Temuan itu memunculkan kekhawatiran akan dampaknya bagi kesehatan manusia dan lingkungan di Kutai Timur (Kutim).
Fakta ini disampaikan oleh peneliti lingkungan sekaligus Pemateri, Abdul Kadir Jaelani dalam kegiatan Sosialisasi Ancaman Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan.
Kegiatan ini digelar Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Kutim bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Sangatta Utara.
“Di salah satu titik penelitian, kami menemukan lebih dari seribu partikel mikroplastik dalam 100 gram sedimen. Angka ini menunjukan betapa seriusnya persoalan ini,” ujar Kadir dalam pemaparannya di hadapan 73 orang pelajar.
Ia menilai mikroplastik tersebut berasal dari degradasi plastik berukuran besar seperti kantong, botol, jaring ikan maupun produk yang memang dibuat dalam bentuk mikro seperti kosmetik dan pasta gigi.
Ia menilai, hampir di semua lapisan kehidupan mulai dari air, udara, tanah hingga dalam tubuh manusia terdapat partikel kecil tersebut.
“Mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan laut, air minum dan bahkan udara yang kita hirup. Ini ancaman nyata, karena bahan kimia dalam plastik dapat memicu gangguan hormon, merusak organ dan berpotensi menyebabkan kanker jika terakumulasi dalam jangka panjang,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku sederhana seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, atau tas belanja ramah lingkungan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil,” tegasnya.
Senada, Kepala SMK Negeri 1 Sangatta Utara, Abu Bakar menyebut kegiatan ini sebagai momentum menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap krisis lingkungan yang kian nyata.
“Kami berharap kegiatan ini bukan sekadar pengetahuan, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan baru di kalangan pelajar untuk lebih peduli terhadap sampah plastik dan dampaknya bagi kesehatan manusia serta bumi,” ujar Abu Bakar.
Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi langkah pemerintah kabupaten melalui bagian SDAdalam memberikan perhatian serius terhadap pendidikan lingkungan.
“Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter dan kepedulian. Kami berharap juga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan agar siswa kami tumbuh menjadi generasi yang sadar lingkungan,” pungkasnya. (Ronny/teraskata)


