Menemukan Diri Lewat Tari, Kisah Suhilda Jane Menyatukan Jiwa dan Budaya

TERASKATA.Com, Samarinda Bagi sebagian orang, menari adalah pertunjukan. Namun bagi Suhilda Jane, siswi SMA Negeri 2 Penajam Paser Utara, menari adalah cara mengenal diri dan menyatukan jiwa dengan budaya.

Dari setiap gerak dan irama, ia menemukan ketenangan, makna, dan kebanggaan sebagai bagian dari Bumi Etam Kalimantan Timur.

Cinta Suhilda terhadap tari sudah tumbuh sejak kecil. Ia masih mengingat saat duduk di kelas satu SD, ketika melihat penampilan tari di sekolah membuat hatinya bergetar.

“Saya langsung jatuh cinta. Waktu itu saya berpikir, saya harus ikut menari,” kenangnya sambil tersenyum. Sejak itu, panggung demi panggung ia jajaki, dari sekolah hingga festival budaya antar kabupaten.

Kini, ia aktif di Sanggar Seni Borneo Benua Taka, tempat ia terus mengasah kemampuan dan memperdalam makna di balik setiap gerak. Dari sekian banyak jenis tari yang ia pelajari, tari kreasi pedalaman ‘Dayang Luwing’ menjadi yang paling berkesan.

“Tarian itu sangat magis dan kuat. Setiap gerakannya punya makna, musiknya khas, dan kostumnya membuat tarian ini terasa hidup,” ujarnya penuh semangat.

Melalui tarian itu, Suhilda belajar bahwa menari bukan hanya tentang keindahan tubuh, tetapi juga tentang keseimbangan batin.

“Bagi saya, menari bukan sekadar gerakan, tapi jiwa, makna, dan cerita di balik setiap langkahnya,” ungkapnya. Menurutnya, setiap kali menari, ia merasa lebih percaya diri dan lebih dekat dengan jati diri budayanya.

Suhilda Jane: Wadah Menyalurkan Emosi Secara Positif

Selain tampil di berbagai ajang, Suhilda juga aktif mengajak teman-teman sekolahnya untuk ikut menari. Ia percaya bahwa seni dapat membantu remaja menyalurkan emosi secara positif.

“Saya ingin tunjukkan bahwa menari bukan hanya hiburan, tapi juga cara memperkenalkan budaya dan menumbuhkan rasa percaya diri,” katanya.

Dedikasinya membuat Suhilda dikenal sebagai sosok inspiratif di sekolah. Ia tak hanya berprestasi di ajang Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur 2025. Tetapi juga menyabet dua gelar sekaligus. Yakni Puteri Pelajar Berbakat dan Best Performance Kalimantan Timur 2025.

Apresiasi datang dari Handi Wijaya, Regional Direktur Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur. Ia menyebut Suhilda memiliki peran penting dalam menginspirasi remaja.

“Jane bukan hanya penari berbakat, tapi juga sosok muda yang membawa dampak positif melalui seni,” ujarnya.

Lewat setiap langkah dan lirikan matanya di atas panggung, Suhilda Jane membuktikan bahwa menari bukan hanya tentang gerak. Melainkan, bahasa jiwa tempat di mana budaya, emosi, dan keyakinan diri berpadu menjadi satu harmoni. (Ronny/teraskata)