Pemkot Bontang Perkuat Ekosistem Kuliner Sehat Lewat Pembinaan Terpadu Dapur MBG

TERASKATA.com, Bontang Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, menjadikan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pusat pembinaan kuliner sehat.

Langkah itu dilakukan melalui pendampingan intensif terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pendampingan ini menyasar penerapan standar kebersihan, sanitasi, hingga kelayakan tenaga pengolah makanan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya langkah itu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan izin Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikat kesehatan. Melainkan juga untuk membangun budaya keamanan pangan di kalangan pelaku usaha kuliner.

“Kami ingin area dapur MBG menjadi model dapur sehat di Kota Bontang. Bukan sekadar wajib izin, tetapi menjadi contoh penerapan standar higiene yang benar,” ujarnya.

DPMPTSP bersama Dinas Kesehatan melakukan kunjungan berkala ke sentra SPPG. Selain mengecek dokumen perizinan, tim memberikan arahan teknis mengenai pengelolaan pangan yang aman. Juga pemilahan bahan makanan, serta pemantauan kondisi dapur.

Aspiannur menekankan bahwa pembinaan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya kualitas makanan. Terutama karena MBG melayani masyarakat rentan seperti pelajar dan warga berpenghasilan rendah.

“Pencegahan keracunan makanan itu dimulai dari edukasi. Karena itu kami fokus pada pendampingan yang terukur agar pelaku usaha dapat menerapkan praktik terbaik dalam pengolahan pangan,” jelasnnya.

Upaya Bangun Ekosistem Kuliner yang Kompetitif

Menurut Aspiannur, penguatan standar higienitas bukan hanya untuk kepentingan MBG. Tetapi juga bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem kuliner yang kompetitif di kota industri ini.

Ia menyebut bahwa dapur MBG di SPPG merupakan salah satu titik kuliner produktif di Bontang, sehingga layak dijadikan benchmark bagi pelaku usaha lain.

“Sinergi antar-instansi kami harapkan dapat menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan meningkatkan daya saing pelaku kuliner lokal,” tambahnya.

Pemkot Bontang memastikan bahwa program pembinaan dan pengawasan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan bersama instansi teknis. Termasuk Dinas Kesehatan dan lembaga pendukung lainnya.

Tujuannya, memastikan ketahanan sistem keamanan pangan sekaligus mencegah potensi insiden yang merugikan masyarakat. (Advertorial)