TERASKATA.Com, Bontang – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Workshop Digital Marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman para pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk.
Giat tersebut berlangsung Acara ini berlangsung di Jalan Pupuk Raya, Hotel Equator Bontang, Lok Tuan, Bontang Utara, Jumat (12/9/2025) siang. Acara ini dihadiri sekira 100 peserta yang merupakan pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kota Bontang.
Adapun kehadiran Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian melalui Zoom Meeting, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan penguatan kapasitas UMKM.
Dalam sambutannya, Hetifah menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian lokal yang memiliki peran vital dalam menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menjaga kearifan lokal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya literasi digital, inovasi, serta pemanfaatan platform online untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Melalui workshop ini, peserta dibekali berbagai strategi praktis digital marketing, mulai dari pemanfaatan media sosial, optimalisasi marketplace, hingga penggunaan data untuk analisis tren pasar.
“Bontang bukan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki potensi besar melalui kuliner, produk kreatif, dan kerajinan tangan. Dengan strategi digital marketing yang tepat, UMKM Bontang tidak hanya bisa berkembang di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujar Hetifah.
Hetifah juga memberikan apresiasi atas kehadiran narasumber dari BRIN dan praktisi digital marketing yang berbagi ilmu langsung dengan para peserta. Ia mendorong agar pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Ilmu yang didapat hari ini jangan hanya dicatat, tapi segera dipraktikkan. Saya yakin UMKM Bontang mampu naik kelas dan menjadi kebanggaan Kalimantan Timur,” tambahnya.
Sebagai Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, dan literasi digital.
“Komisi X tidak hanya fokus pada isu pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga pada bagaimana masyarakat bisa lebih sejahtera lewat penguatan UMKM dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UMKM Bontang untuk memperkuat strategi pemasaran dan daya saing, serta membuka peluang lebih luas di era digital.
BRIN berharap kegiatan ini dapat mendorong UMKM naik kelas serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah maupun nasional. (Putri/teraskata)

