TERASKATA.Com, Bontang – Kota Bontang kian serius mengembangkan sektor pariwisata hijau sebagai pendorong transformasi ekonomi. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah kota membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor edupark dan destinasi bahari.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur, mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi investor yang berkomitmen pada pengembangan pariwisata ramah lingkungan.
“Ini menjadi momen penting bagi Bontang untuk beralih dari dominasi industri menuju kota yang ramah lingkungan dan penuh peluang pariwisata,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Edupark Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Rencana pengembangan edupark diarahkan sebagai destinasi keluarga yang memadukan hiburan, pembelajaran lingkungan, dan ekonomi kreatif. Konsep ini sejalan dengan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 2025–2035, yang menempatkan pariwisata edukatif sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di Bontang.
Destinasi Bahari Jadi Andalan
Selain edupark, sektor wisata bahari Bontang juga menyimpan potensi besar. Sejumlah kawasan pesisir kini masuk radar pengembangan, seperti:
Hutan Mangrove Bontang Kuala dengan rencana pembangunan skybridge, galeri konservasi, dan eco-café.
Pulau Beras Basah, yang menawarkan konsep eco-resort di lingkungan berpasir putih. Pulau Tihi-Tihi, yang populer dengan aktivitas snorkeling dan konservasi terumbu karang.
Desa Wisata Malahing dan Bontang Kuala, yang tengah disiapkan untuk dikembangkan melalui floating homestay, wisata kuliner laut, dan kerajinan budaya lokal.
Iklim Investasi Dipermudah
Aspianur menyebutkan, pemerintah kota menyiapkan berbagai kemudahan untuk menarik minat investor. Mulai dari penyediaan lahan strategis, percepatan perizinan, hingga pemberian insentif fiskal bagi proyek-proyek berorientasi lingkungan.
“Model kemitraan publik dan swasta mempermudah kolaborasi antara pemerintah dan investor,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Bontang kini siap menyambut investasi hijau yang mengedepankan edukasi, konservasi alam, dan kreativitas masyarakat.
Dekat IKN, Bontang Kian Prospektif
Didukung lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang diyakini memiliki daya tarik lebih untuk menjadi pusat wisata hijau dan kreatif di wilayah Kalimantan Timur.
“Bontang dekat dengan IKN, jadi sangat cocok untuk pengembangan edupark dan wisata,” pungkas Aspianur.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bontang menegaskan kesiapan memasuki babak baru transformasi ekonomi menuju kota hijau yang inklusif dan inovatif. (Advertorial)


