Wabup Mahyunadi Apresiasi Operasi Zebra 2025, Minta Warga Tegakkan Disiplin Secara Mandiri

TERASKATA.Com, Kutai Timur – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengapresiasi pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 yang resmi dimulai melalui Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolres Kutim, Senin (17/11).

Operasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kedisiplinan masyarakat saat berkendara.

Apel dipimpin langsung Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto. Tampak hadir jajaran Forkopimda Kutim. Ada Ketua DPRD Kutim Jimmy, perwakilan Kodim 0909/KTM Kapten Inf Eko Ma, hingga perwakilan Lanal Sangatta Kapten (L) M. Taufik.

Tampak pula Kasatpol PP Kutim M. Fatah Hidayat, perwakilan Kejaksaan Negeri, Subdenpom LV/1-3 Sangatta, hingga tamu dari Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Sangatta.

Mahyunadi menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan operasi ini. Menurutnya, keberadaan Operasi Zebra sangat penting untuk menekan potensi kecelakaan yang masih kerap terjadi di wilayah Kutim.

“Kita berharap operasi ini betul-betul bisa meredam kecelakaan lalu lintas. Sekaligus menambah kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan fasilitas jalan dan kendaraannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyunadi juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Ia meminta warga tidak menunggu tindakan dari aparat, tetapi mulai menegakkan disiplin dari diri sendiri.

“Disiplin itu harus kita yang menggerakkan sendiri. Jangan menunggu ditegakkan penegak disiplin. Jangan berkendara di bawah umur, jangan tanpa perlengkapan keselamatan, dan jangan mengemudi saat tidak siap, baik karena alkohol maupun obat-obatan,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa mengemudi dalam kondisi tidak fit tidak hanya membahayakan pengendara sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Karena itu, ia menekankan perlunya komitmen kolektif untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama di jalan raya.

Operasi Zebra Mahakam 2025 mengutamakan pendekatan preemtif, preventif, edukatif, dan penegakan hukum humanis, dengan memaksimalkan penggunaan ETLE mobile serta dukungan tilang manual di titik tertentu.

Polisi Tetapkan Delapan Pelanggaran Prioritas Sebagai Sasaran Utama

1. Penggunaan ponsel saat berkendara

2. Pengendara di bawah umur

3. Berboncengan lebih dari satu orang

4. Tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan

5. Mengemudi dalam pengaruh alkohol

6. Melawan arus

7. Melebihi batas kecepatan

8. Balap liar

Kapolres Kutim menyebutkan, sasaran tersebut adalah pelanggaran yang paling sering memicu kecelakaan fatal di wilayah Kutai Timur.

Dengan dukungan pemerintah daerah, TNI–Polri, dan seluruh elemen masyarakat, Operasi Zebra Mahakam 2025 diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib sepanjang akhir tahun. (Adv)