TERASKATA KALTIM

Membangun Indonesia

Sitti Yara, Suara Perempuan di Gedung Parlemen Bontang

Wahyudi | Wahyudi
Sitti Yara Wakil Ketua DPRD Bontang

DITENGAH dominasi laki-laki di parlemen daerah, nama Sitti Yara hadir sebagai pengecualian yang mencuri perhatian. Pada periode 2024–2029, ia menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil menembus kursi DPRD Kota Bontang.

Bukan hanya itu, kepercayaan publik yang mengalir melalui ribuan suara pada Pemilu 2024 juga mengantarkannya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Bontang.

Keberhasilan tersebut bukan diraih dalam semalam. Perjalanan politik perempuan yang bernaung di bawah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dibangun melalui proses panjang dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Konsistensinya selama menjadi wakil rakyat membuat namanya semakin dikenal, terutama di kalangan warga Bontang Utara yang kembali memberikan dukungan besar pada Pemilu Legislatif 2024.

Saat pesta demokrasi berlangsung, Sitti Yara berhasil mengumpulkan sekitar 3.590 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Utara. Raihan itu menempatkannya sebagai salah satu peraih suara terbanyak di Kota Bontang sekaligus memastikan dirinya kembali melenggang ke kursi legislatif untuk periode kedua.

Keberhasilan PKB menjadi partai dengan perolehan suara terbesar kedua di Bontang turut membuka jalan bagi Sitti Yara untuk dipercaya menduduki kursi pimpinan DPRD.

Sebelum ditetapkan sebagai Wakil Ketua I DPRD Bontang definitif, ia terlebih dahulu mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Sementara DPRD bersama Ketua Sementara Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Namun, yang membuat kiprahnya semakin istimewa bukan hanya jabatan yang diemban. Di antara 25 anggota DPRD Bontang periode 2024–2029, hanya ada satu perempuan yang berhasil terpilih, dan sosok itu adalah Sitti Yara.

Kondisi tersebut menjadikannya representasi penting bagi keterwakilan perempuan dalam ruang pengambilan keputusan politik di tingkat daerah.

Di balik tugas legislasi yang padat, Sitti Yara dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan isu-isu perempuan dan anak. Baginya, kehadiran perempuan di parlemen tidak sekadar memenuhi angka keterwakilan, tetapi juga membawa perspektif yang berbeda dalam penyusunan kebijakan publik.

Perhatian besar ia berikan pada perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Ia juga kerap mendorong penguatan regulasi yang berpihak pada kelompok rentan, termasuk upaya meningkatkan kesetaraan gender dan memperluas akses perempuan terhadap berbagai layanan publik.

Tak hanya itu, perhatian Sitti Yara juga menjangkau sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan warga.

Baginya, pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri megah, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua I DPRD Bontang, ia memegang peran penting dalam mengawal tiga fungsi utama lembaga legislatif, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Posisi tersebut menuntut kemampuan membangun komunikasi yang efektif antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Kehadiran Sitti Yara di jajaran pimpinan DPRD Bontang menjadi gambaran bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin dan berkontribusi dalam dunia politik.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam ruang publik, ia membuktikan bahwa kerja keras, dedikasi, dan kedekatan dengan masyarakat mampu membuka jalan menuju posisi strategis.

Bagi banyak perempuan di Bontang, perjalanan Sitti Yara bukan sekadar kisah tentang kemenangan politik. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa perempuan dapat hadir, bersuara, dan mengambil peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Dari ruang sidang DPRD hingga berbagai agenda bersama masyarakat, Sitti Yara terus membawa satu pesan yang sama: politik adalah ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan publik dan menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi semua.

Penulis : Yudi

Sitti Yara, Suara Perempuan di Gedung Parlemen Bontang

Wahyudi | Wahyudi
Sitti Yara Wakil Ketua DPRD Bontang

DITENGAH dominasi laki-laki di parlemen daerah, nama Sitti Yara hadir sebagai pengecualian yang mencuri perhatian. Pada periode 2024–2029, ia menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil menembus kursi DPRD Kota Bontang.

Bukan hanya itu, kepercayaan publik yang mengalir melalui ribuan suara pada Pemilu 2024 juga mengantarkannya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Bontang.

Keberhasilan tersebut bukan diraih dalam semalam. Perjalanan politik perempuan yang bernaung di bawah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dibangun melalui proses panjang dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Konsistensinya selama menjadi wakil rakyat membuat namanya semakin dikenal, terutama di kalangan warga Bontang Utara yang kembali memberikan dukungan besar pada Pemilu Legislatif 2024.

Saat pesta demokrasi berlangsung, Sitti Yara berhasil mengumpulkan sekitar 3.590 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bontang Utara. Raihan itu menempatkannya sebagai salah satu peraih suara terbanyak di Kota Bontang sekaligus memastikan dirinya kembali melenggang ke kursi legislatif untuk periode kedua.

Keberhasilan PKB menjadi partai dengan perolehan suara terbesar kedua di Bontang turut membuka jalan bagi Sitti Yara untuk dipercaya menduduki kursi pimpinan DPRD.

Sebelum ditetapkan sebagai Wakil Ketua I DPRD Bontang definitif, ia terlebih dahulu mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Sementara DPRD bersama Ketua Sementara Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Namun, yang membuat kiprahnya semakin istimewa bukan hanya jabatan yang diemban. Di antara 25 anggota DPRD Bontang periode 2024–2029, hanya ada satu perempuan yang berhasil terpilih, dan sosok itu adalah Sitti Yara.

Kondisi tersebut menjadikannya representasi penting bagi keterwakilan perempuan dalam ruang pengambilan keputusan politik di tingkat daerah.

Di balik tugas legislasi yang padat, Sitti Yara dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan isu-isu perempuan dan anak. Baginya, kehadiran perempuan di parlemen tidak sekadar memenuhi angka keterwakilan, tetapi juga membawa perspektif yang berbeda dalam penyusunan kebijakan publik.

Perhatian besar ia berikan pada perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan. Ia juga kerap mendorong penguatan regulasi yang berpihak pada kelompok rentan, termasuk upaya meningkatkan kesetaraan gender dan memperluas akses perempuan terhadap berbagai layanan publik.

Tak hanya itu, perhatian Sitti Yara juga menjangkau sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan warga.

Baginya, pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri megah, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua I DPRD Bontang, ia memegang peran penting dalam mengawal tiga fungsi utama lembaga legislatif, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Posisi tersebut menuntut kemampuan membangun komunikasi yang efektif antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Kehadiran Sitti Yara di jajaran pimpinan DPRD Bontang menjadi gambaran bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin dan berkontribusi dalam dunia politik.

Di tengah tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam ruang publik, ia membuktikan bahwa kerja keras, dedikasi, dan kedekatan dengan masyarakat mampu membuka jalan menuju posisi strategis.

Bagi banyak perempuan di Bontang, perjalanan Sitti Yara bukan sekadar kisah tentang kemenangan politik. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa perempuan dapat hadir, bersuara, dan mengambil peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Dari ruang sidang DPRD hingga berbagai agenda bersama masyarakat, Sitti Yara terus membawa satu pesan yang sama: politik adalah ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan publik dan menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi semua.

Penulis : Yudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini