TERASKATA.Com, Kutai Timur – Performa atlet Kutai Timur (Kutim) pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun ini mencatat lonjakan besar.
Kontingen Kutim berhasil membawa pulang 12 medali emas, 13 perak, dan 28 perunggu, sebuah pencapaian yang disebut sebagai lompatan paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan prestasi ini dinilai menjadi bukti bahwa pola pembinaan atlet usia dini yang dijalankan pemerintah kabupaten mulai menunjukkan hasil nyata.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyebut capaian tersebut mengejutkan banyak pihak. Menurut dia, Kutim sebelumnya kerap berada di posisi bawah dengan raihan medali yang minim.
“Selama ini kita juru kunci, tidak pernah dapat apa-apa. Sekarang 12 emas ini prestasi luar biasa,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Medali itu diraih dari sejumlah cabang olahraga yang kini tumbuh pesat di daerah tersebut. Di antaranya bola voli, judo, menembak, senam, tinju, atletik, hingga taekwondo.
Basuki menilai keberhasilan merata di banyak cabor menunjukkan proses pembinaan tidak berjalan sporadis, melainkan sudah tersusun dan terarah.
“Artinya ini prestasi yang luar biasa. Dan pembinaan usia dini yang kita lakukan artinya on the track gitu kan. Dan kita mementingkan bagaimana anak-anak ini semua kita bina anak pelajar bersama-sama,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa program pembinaan atlet pelajar memang menjadi fokus utama. Evaluasi juga dilakukan secara berkala agar performa atlet tetap stabil.
Menurut Basuki, lonjakan prestasi ini diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh cabor untuk meningkatkan kualitas latihan dan regenerasi. Ia optimistis Kutim dapat mempertahankan tren positif tersebut pada ajang berikutnya.
“Kita maksimalkan, kita minta semua cabor (cabang olahraga) untuk bisa maksimal. Kita minta KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) juga melakukan pembinaan dan evaluasi secara maksimal,” tutupnya.(adv)

