TERASKATA.Com, Kutai Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta pemerintah daerah melakukan langkah efisiensi menyeluruh dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul setelah kondisi keuangan daerah yang diperkirakan mengalami penurunan sekitar 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Ketua I DPRD Kutim, Sayid Anjas, mengatakan penurunan kemampuan fiskal daerah harus menjadi perhatian serius agar perencanaan anggaran dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.
Menurutnya, meski secara persentase terlihat kecil, dampaknya cukup signifikan terhadap ruang fiskal pemerintah daerah.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, penurunannya hampir separuh dari kondisi normal. Jadi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Anjas kepada awak media, belum lama ini.
Anjas menilai pemerintah daerah harus mulai menerapkan perencanaan yang lebih selektif dengan fokus pada kegiatan prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara target pembangunan dan kemampuan keuangan agar tidak menimbulkan beban baru bagi APBD.
“Kita harus realistis melihat kondisi keuangan. Jangan sampai program yang dijalankan melebihi kemampuan fiskal daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan kegiatan pembangunan tetap berjalan.
Dengan perencanaan yang hati-hati, Anjas optimistis Kutim dapat menghadapi tekanan fiskal tanpa mengorbankan program utama pemerintah daerah Tuah Bumi Untung Benua. (Adv)

