Festival Pesona Budaya Kutim Ditutup, Omzet UMKM Tembus Rp200 Juta Lebih

TERASKATA.Com, Kutai Timur – Festival Pesona Budaya (FPB) Kutai Timur (Kutim) 2025 resmi ditutup pada Minggu (23/11) malam di Lapangan Helipad, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

FPB ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim sebagai upaya pelestarian budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus menutup rangkaian festival yang berlangsung selama tiga hari.

Padliansyah menjelaskan, Festival Pesona Budaya tahun ini digelar sejak 21 hingga 23 November, menampilkan ragam atraksi seni dari pesisir, pedalaman, hingga kesenian nusantara yang tumbuh di Kutim.

“Selama tiga malam, seluruh penampilan berhasil menyuguhkan kekayaan budaya daerah yang membanggakan,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni, pada malam kedua pihaknya juga menggelar rembuk budaya yang menghadirkan dua anggota DPRD Kutim. Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

Pada malam puncak, ribuan warga Sangatta memadati area festival. Padliansyah menyebut antusias masyarakat sangat tinggi, apalagi tahun ini mereka kembali bisa menikmati kehadiran artis hiburan setelah sempat vakum.

“Insyaallah malam ini warga Sangatta akan dihibur oleh artis yang sudah dinantikan,” katanya.

Yang tak kalah menarik, Festival Pesona Budaya juga menjadi ruang pemasaran bagi pelaku UMKM. Tercatat sekitar 40 stan ambil bagian selama tiga hari. Dari laporan lapangan, omzet penjualan UMKM menembus lebih dari Rp200 juta hingga malam kedua.

“Malam penutupan ini tampak lebih ramai. Mudah-mudahan omzet para UMKM semakin meningkat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Disdikbud Kutim juga memperkenalkan ruang pameran mini yang disebut sebagai cikal bakal Museum Kabupaten Kutai Timur. Lokasinya berada di area belakang kantor Dinas Pemuda dan Olahraga. Padliansyah berharap masyarakat turut mendoakan agar pembangunan museum daerah bisa segera terwujud.

“Semoga cita-cita berdirinya Museum Kabupaten Kutai Timur dapat terealisasi dalam waktu dekat,” pungkasnya.(adv)