TERASKATA.Com, Kutai Timur – Gelaran event koperasi di Kutai Timur (Kutim) terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) mencatat perputaran uang pada kegiatan Gebyar Koperasi yang digelar beberapa waktu lalu mencapai sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar hanya dalam beberapa hari penyelenggaraan.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menyebut capaian itu menunjukkan bahwa koperasi dan UMKM lokal memiliki potensi ekonomi yang besar bila diberi ruang untuk tampil.
“Perputaran ekonominya sekitar Rp1,2 sampai Rp1,3 miliar. Itu hanya dari satu event saja. Artinya ada aktivitas ekonomi yang bergerak sangat kuat ketika kita membuka ruang bagi pelaku usaha,” ujarnya, Kamis (27/11).
Menurut Teguh, tingginya transaksi dalam acara tersebut tidak terlepas dari banyaknya pelaku usaha yang memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produk mereka kepada publik.
Mulai dari produk makanan, kerajinan, hingga jasa. Aktivitas jual-beli juga didorong oleh antusiasme masyarakat yang datang selama event berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa Diskop UKM tidak hanya fokus pada penyelenggaraan event semata, tetapi juga menjadikan kegiatan semacam ini sebagai sarana uji pasar (market test) bagi pelaku UMKM.
“Dari event itu, kita bisa melihat mana produk yang punya pasar kuat, mana yang perlu pengembangan lagi. Ini bagian dari pembinaan,” katanya.
Event seperti Gebyar Koperasi dinilai sangat penting untuk memperkuat ekosistem usaha lokal karena membuka jalur pemasaran, membangun jejaring, dan menciptakan daya saing yang lebih sehat antar pelaku UMKM.
Ke depan, Diskop UKM berencana semakin memaksimalkan kegiatan-kegiatan serupa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM.
“Dampaknya jelas terasa. Kami akan terus mengupayakan ruang-ruang promosi yang lebih luas agar pergerakan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” pungkas Teguh.(adv)

