TERASKATA.Com, Kutai Timur – Rencana besar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk menjadikan Pulau Miang sebagai destinasi unggulan pariwisata harus dihadapkan pada efisiensi anggaran.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim memastikan pembangunan fasilitas inti di pulau tersebut tetap berjalan, namun dengan skema bertahap hingga 2029.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menyebut Pulau Miang dipilih sebagai fokus pengembangan pariwisata tahun 2025 karena daya tarik alamnya yang kuat dan perannya sebagai pengungkit ekonomi lokal.
Namun, kebijakan pengetatan belanja daerah membuat sejumlah fasilitas yang direncanakan tak bisa dieksekusi sekaligus.
“Pulau Miang memang kita jadikan prioritas untuk tahun depan. Ada kertak ulin dan panggung terbuka permanen yang akan dibangun. Tapi karena efisiensi, realisasinya harus bertahap,” ujar Nurullah saat ditemui di Hotel Royal Victoria, Senin (24/11/2024).
Salah satu fasilitas yang terkena dampak langsung adalah panggung terbuka permanen. Proyek tersebut membutuhkan anggaran lebih dari Rp1 miliar dan sejatinya telah diajukan dalam APBD 2025.
Namun, karena penyesuaian anggaran daerah, usulannya tertunda dan harus dikirim ulang pada tahun berikutnya.
“Nilainya di atas Rp1 miliar. Sudah pernah kita ajukan, tapi tertunda. Akan kita usulkan lagi tahun depan,” jelas Nurullah.
Dispar Kutim telah menyiapkan kerangka pengembangan jangka panjang Pulau Miang hingga 2029.
Tahapan itu dibangun mengikuti masa kepemimpinan bupati, sekaligus agar seluruh fasilitas dapat diselesaikan secara terintegrasi dan tidak terburu-buru.
Pada fase awal, pemerintah memprioritaskan pembangunan akses, fasilitas umum dasar, dan area publik yang dapat langsung dimanfaatkan wisatawan.
Setelah itu, pembangunan fasilitas besar seperti panggung permanen, dermaga ulin, serta sarana pendukung lainnya akan diteruskan secara bertahap.
Nurullah menegaskan meski bergerak perlahan akibat efisiensi anggaran, arah pengembangan tidak berubah.
Pulau Miang tetap menjadi proyek strategis Dispar Kutim untuk memperkuat sektor pariwisata pesisir.
“Kita targetkan bertahap sampai 2029. Yang penting konsisten, karena pembangunan ini jangka panjang,” tegasnya.(adv)

