DPRD Kutim Soroti Ketimpangan Manfaat di Balik Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi ‎

TERASKATA.Com, Kutai Timur‎ – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Timur. Berdasarkan realisasi tahun 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 9,82 persen dan diproyeksikan meningkat hingga 10 persen pada 2025.

‎Namun DPRD Kutim menilai capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.

‎Ketua DPRD Kutim, Jimmi menegaskan, penguatan ekonomi daerah masih bergantung pada sektor pertambangan dan industri besar yang bersifat padat modal. Ia menyebut kontribusi sektor tersebut belum memberikan dampak merata bagi masyarakat luas.

‎“Ini belum memberikan pemerataan kepada masyarakat. Sektor tambang dan industri memang menjadi penggerak utama, tapi dampaknya belum merata,” ujarnya, Senin 17 November 2025.

‎Menurut Jimmi, kelompok masyarakat yang bergantung pada usaha kecil dan lapangan kerja padat karya masih belum menikmati manfaat signifikan dari pertumbuhan ekonomi.

‎Karena itu, ia mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta unit usaha produktif yang dapat menyerap tenaga kerja lokal.

‎“Yang memutar roda perekonomian sebenarnya dari bawah, yaitu UMKM dan sektor padat karya. Ini yang harus kita maksimalkan agar kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

‎Ia menilai perlu adanya dukungan berupa pendampingan, kemudahan akses pembiayaan, dan kebijakan yang stabil untuk mendorong pelaku usaha lokal berkembang.

‎Selain memperkuat sektor kecil dan menengah, Jimmi juga mengajak perusahaan-perusahaan besar di Kutim untuk lebih aktif terlibat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

‎Ia menyoroti keterbatasan waktu pelaksanaan anggaran pemerintah daerah yang umumnya terealisasi di akhir tahun sehingga kurang optimal dalam menghadirkan dampak cepat bagi masyarakat.

‎“Peran swasta sangat diharapkan untuk memberikan dampak yang lebih cepat dan merata,” tegasnya.

‎DPRD Kutim menilai capaian pertumbuhan ekonomi yang mendekati dua digit menjadi modal penting bagi daerah. Namun tantangan utama ke depan adalah memastikan pertumbuhan tersebut mendorong pemerataan dan mengurangi ketergantungan pada sektor tambang. (Adv)