DPRD Kutim Minta Pemerintah Realistis Tetapkan Target Penyelesaian Proyek Akhir Tahun

TERASKATA.Com, Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur, Edi Markus Palinggi, meminta pemerintah daerah lebih realistis dalam menetapkan target penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur menjelang akhir tahun anggaran 2025.

‎Ia menilai rencana percepatan pekerjaan yang tengah didorong pemerintah berpotensi tidak optimal, mengingat sisa waktu yang tersedia sangat terbatas dan volume pekerjaan tergolong besar.

‎Edi mempertanyakan efektivitas pelaksanaan proyek dengan total anggaran kurang dari Rp2 triliun apabila dipaksakan selesai dalam waktu kurang dari dua bulan.

‎Menurutnya, percepatan pembangunan harus tetap memperhatikan aspek kelayakan teknis, kesiapan kontraktor, serta kemampuan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengendalikan pekerjaan secara menyeluruh di lapangan.

‎“Secara teknis sebenarnya memungkinkan saja untuk dikerjakan dan dituntaskan, tetapi semuanya kembali pada bagaimana dinas bergerak. Kinerja, kecepatan, dan kesigapan dinas sangat menentukan hasil akhir,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa keberhasilan percepatan tidak hanya ditentukan oleh kontraktor, tetapi juga oleh koordinasi yang benar-benar solid antara dinas teknis dan pelaksana proyek, terutama dalam penyusunan jadwal, distribusi material, dan pengawasan kualitas.

‎Edi mengingatkan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan mutu pembangunan.

‎Ia menekankan perlunya pengawasan yang jauh lebih intensif untuk memastikan setiap tahapan konstruksi sesuai standar, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari seperti kerusakan dini atau ketidaksesuaian spesifikasi.

‎Melalui fungsi pengawasan yang dimiliki legislatif, DPRD Kutim berharap pemerintah lebih cermat, transparan, dan terukur dalam menetapkan target pembangunan, terutama proyek strategis yang berdampak langsung pada layanan publik.

‎Edi menegaskan, penetapan target yang lebih realistis akan membantu memastikan penggunaan anggaran daerah tepat sasaran, terhindar dari potensi kegagalan proyek, serta menghadirkan hasil pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kutim.(adv)