TERASKATA.Com, Kutai Timur – DPRD Kutai Timur (Kutim) menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen anggaran daerah, setelah sekitar Rp1,71 triliun untuk pembangunan dilaporkan masih mengendap di bank.
Sorotan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kutim dari Fraksi NasDem, Eddy Markus Palinggi, yang menilai situasi ini berpotensi menghambat realisasi pembangunan di akhir tahun anggaran.
Eddy menyatakan bahwa secara teknis proyek-proyek yang didukung anggaran tersebut masih memungkinkan untuk diselesaikan.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan respons cepat dari dinas teknis.
“Secara teori bisa selesai, tapi kembali lagi pada dinasnya, bagaimana pergerakan dan pelaksanaannya,” ujarnya, belum lama ini.
Selain kinerja internal pemerintah, Edy menilai koordinasi dengan kontraktor juga menjadi titik krusial.
Ia mengingatkan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas. Karen itu ia meminta agar dinas terkait dan kontraktor penyelenggara perlu memiliki kesepahaman yang jelas dalam penyelesaian pekerjaan.
”Kondisi anggaran yang belum terserap dalam jumlah besar menunjukkan adanya kendala perencanaan maupun eksekusi,” ucapnya.
Ketua Fraksi NasDem ini, mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi hambatan, baik di level administratif maupun teknis.
Eddy menambahkan, percepatan realisasi anggaran penting agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah dapat memperbaiki tata kelola anggaran dan mencegah terulangnya penumpukan belanja pada akhir tahun. (Adv)

