DPRD Kutim Apresiasi Skema MYC untuk Percepatan Pembangunan 2026–2027

TERASKATA.Com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan pengerjaan sejumlah proyek strategis daerah akan berjalan lebih terencana melalui skema Multi Years Contract (MYC) untuk periode anggaran 2026–2027.

‎Skema ini diterapkan untuk memastikan proyek-proyek prioritas tidak terhenti di tengah jalan akibat keterbatasan pagu anggaran tahunan.

Proyek yang masuk dalam MYC antara lain pembangunan jalan penghubung antarwilayah, jembatan, fasilitas air bersih, sistem drainase perkotaan, hingga percepatan penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan sebagai salah satu proyek vital sektor transportasi dan logistik di Kutim.

‎Dukungan terhadap kebijakan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kutim, Akbar Tanjung.

‎Ia menilai skema MYC menjadi langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan pembangunan infrastruktur skala besar yang membutuhkan pendanaan multiyear dan proses konstruksi jangka panjang.

‎”Infrastruktur yang memadai merupakan fondasi utama pembangunan ekonomi daerah,” katanya, di Sangatta, Jum’at (21/11).

‎Jalan dan jembatan yang terbangun dengan baik akan mempermudah distribusi barang serta meningkatkan konektivitas antarkecamatan, sementara fasilitas air bersih dan drainase kota berperan penting menjaga kesehatan lingkungan serta kenyamanan warga.

‎Adapun Pelabuhan Kenyamukan dinilai memiliki potensi besar menjadi simpul logistik yang menghubungkan sektor industri, perdagangan, dan UMKM.

‎Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas.

‎”Dengan konektivitas yang lebih baik, pelaku UMKM lebih mudah memasarkan produk, investor lebih tertarik menanamkan modal, dan peluang kerja bagi masyarakat setempat dapat meningkat,” tuturnya.

‎Akbar menegaskan DPRD Kutim akan terus melakukan pengawasan agar seluruh proyek MYC berjalan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Ia menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan warga.

‎Penerapan MYC juga dinilai selaras dengan visi pembangunan jangka panjang Kutim Emas 2045, yang menargetkan pemerataan konektivitas, peningkatan layanan publik, dan penguatan struktur ekonomi daerah.

‎Dengan dukungan sistem pendanaan multiyears, pemerintah daerah berharap dapat menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus mempersiapkan Kutim menjadi wilayah yang lebih produktif, modern, dan inklusif.

‎”Skema MYC menjadi momentum besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat pondasi ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih progresif,” pungkasnya.(adv)