TERASKATA.Com, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus mendorong kemudahan perizinan bagi pelaku usaha, khususnya di sektor pariwisata.
Langkah ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat industri wisata lokal sekaligus meningkatkan minat investor.
Penata Perizinan Ahli Muda Bidang Infrastruktur DPMPTSP Bontang, Idrus, mengungkapkan bahwa pihaknya memastikan proses pendampingan perizinan bagi usaha wisata dilakukan secara cepat dan transparan tanpa hambatan administratif.
Menurutnya, sektor wisata memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan regulasi pelayanan yang mudah dan pasti.
“Pelaku usaha wisata membutuhkan legalitas yang kuat agar dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Kami hadir untuk memastikan proses perizinannya berjalan lancar serta memberikan pendampingan yang diperlukan,” ujar Idrus, Minggu (16/11/2025).
Ia menambahkan bahwa kemudahan pelayanan tersebut mencakup berbagai jenis usaha wisata, mulai dari objek rekreasi, jasa perjalanan, kuliner, hingga akomodasi.
DPMPTSP Bontang berkomitmen membuka ruang konsultasi dan asistensi agar masyarakat yang ingin memulai atau memperluas usaha wisata tidak mengalami kendala teknis.
Menurut Karel, perizinan yang tertib dan terintegrasi menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Legalitas usaha yang lengkap dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di sektor pariwisata Bontang yang terus berkembang.
Upaya ini bertujuan meningkatkan eksposur Bontang sebagai destinasi wisata sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.
“Ketika layanan perizinan mudah dan potensi daerah tersampaikan dengan baik, maka peluang investasi dan pertumbuhan wisata akan semakin besar,” tambahnya.
Pemerintah Kota Bontang berharap kemudahan perizinan ini mampu memperkuat ekosistem pariwisata lokal, mendorong inovasi usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Dengan dukungan layanan perizinan yang responsif, sektor wisata diharapkan menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah. (Advertorial)

