TERASKATA.Com, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang tengah menegaskan langkah baru dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan inklusif.
Melalui kegiatan monitoring lapangan, lembaga ini tidak lagi hanya menyoroti aspek penertiban izin, melainkan menumbuhkan hubungan kemitraan dengan pelaku usaha.
Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah komunikasi dua arah antara pemerintah dan dunia usaha.
“Pendekatan kami bukan lagi sekadar mengawasi, tetapi membangun dialog. Kami ingin memahami langsung kendala yang mereka hadapi di lapangan,” ujarnya, Senin (28/10/2025).
Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis humanis dan partisipatif. Dimana, aparatur pemerintah tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga pendamping dalam proses tumbuhnya usaha lokal.
Dalam kunjungan lapangan itu, DPMPTSP turut memberikan sosialisasi aturan perizinan berusaha berbasis risiko serta edukasi penggunaan Online Single Submission (OSS) yang kini terhubung dengan sistem nasional.
Pendekatan edukatif ini disambut positif oleh para pelaku usaha yang merasa lebih nyaman berinteraksi langsung dengan petugas.
“Kami ingin pelaku usaha merasa dibimbing dan difasilitasi, bukan diawasi dari jauh,” tambah Idrus.
Hasil dari setiap kegiatan monitoring akan dikompilasi menjadi bahan evaluasi dan penyusunan strategi peningkatan layanan publik. Dengan begitu, kebijakan yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan dan dinamika pelaku usaha di lapangan.
Melalui langkah ini, DPMPTSP Bontang menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar lembaga perizinan.
Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat iklim investasi dan mempercepat pertumbuhan usaha di Kota Taman. (Advertorial)

