TERASKATA.Com, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya memperkuat pelestarian kebudayaan daerah dengan pendekatan yang lebih modern dan terstruktur.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menyebut tahun depan pihaknya akan fokus pada dua strategi utama, yakni penguatan pendidikan budaya di sekolah dan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
Menurut Padliansyah, pelestarian budaya tidak bisa lagi hanya mengandalkan pertunjukan atau event tahunan. Kegiatan momontum tahunan dinilainya tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap pembelajaran dan pelestarian budaya.
Meski demikian kata Padliansyah, event tahunan cukup memerikan pengaruh pada sektor ekonomi terutama terhadap pelaku usaha UMKM. Tapi hal itu tidak berkelanjutan.
Diperlukan sistem pembinaan yang berkelanjutan agar generasi muda memahami dan mampu meneruskan tradisi daerah.
“Kami melihat sekolah memiliki peran besar dalam menjaga kebudayaan. Karena itu kami akan memperkuat pembinaan di sekolah-sekolah melalui program dan pelatihan,” ujarnya, Minggu (23/11).
Selain pendidikan formal, Disdikbud Kutim juga menekankan pentingnya memanfaatkan platform digital. Langkah ini dinilai efektif untuk memperkenalkan seni dan budaya Kutim kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda yang lebih akrab dengan media sosial.
“Digitalisasi sangat penting. Jika mau budaya kita dikenal, harus diadaptasikan dengan cara penyajian masa kini,” jelasnya.
Padliansyah menambahkan, pihaknya terus menyiapkan berbagai program pembinaan untuk para pelaku seni, duta budaya, hingga pelatih seni sekolah.
Semua bakal diarahkan untuk memastikan keberlanjutan dan regenerasi budaya Kutim dalam jangka panjang.
“Potensi budaya Kutim sangat besar, dan ini harus terus didorong. Baik melalui event, pembinaan, maupun promosi digital. Tujuannya agar budaya kita bukan hanya lestari, tapi juga dikenal secara nasional bahkan internasional,” katanya.
Disdikbud Kutim berharap dukungan masyarakat tetap mengalir, terutama dalam menjaga, mempraktikkan, dan mempromosikan seni tradisi di lingkungan masing-masing. Dengan upaya bersama, Padliansyah optimistis pelestarian budaya Kutim akan semakin kuat di masa mendatang.(adv)

